Rabu, 27 Januari 2010

Puisi: Tak bisa kupungkiri

Puisi: Tak bisa kupungkiri
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Sahabat....
rasa ini tak bisa kupungkiri bila daku tanpa mu
daku merasa bosan dan jenuh
merasa ada yang hilang dari hati ini
bagaikan tanpa sinar mentari pagi yang menghangatkan

Sahabat....
betapa dirimu telah memberiku warna baru dalam hidupku
telah memberi ku kecerahan pandangan
yang memberi ku kekuatan sikap pada jiwaku yang ragu
yang lama terasa dingin dan membeku.....

Sahabat....
mungkin dirimu adalah suratan takdir-Nya untuk ku
yang akan selalu menemani diriku di saat seperti ini
di saat ku sepi dan hening dalam kerutinan diri
yang terus menggayut diri bersandar di relung hatiku

Sahabat...
kuucapkan terima kasih atas partisipasimu
dalam mengelola hati yang rapuh ini
yang kini semakin tegar dengan kehadiranmu
bagaikan sang Rembulan yang menyentuh lembut sisi dinding hatiku

Sahabat...
aku tak menyangka kau mampu membuatku kembali bangkit
dari rasa tertutup dan tak peduli yang menyelimuti kalbuku
yang dulu kurasa biasa saja ....tanpa kata tapi
kini ...dirimu ....membuatku semakin merindukan kehadiranmu ....
meski dalam batas kesopanan dan kehormatan yang santun

Sahabat....
teruslah menemaniku meski pernah ada luka di dada ini
namun ...rasa itu telah hilang dan telah sembuh dari lukanya
karena belai hangatmu yang melenakan dirku
yang membuatku semakin ingin terus bersahabat denganmu
sebagai sahabat terbaik yang pernah kumiliki ...selamanya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar