Kamis, 14 Januari 2010

Puisi: Sang Waktu terus berlari

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Sang waktu terus berlari menggapai bayang dirinya
meniti gemericik air ....memecah kesunyian hati...
membias dalam relung rerumputan yang menggapai sang embun pagi
yang terus berlari tanpa mengenal lelah dan rasa letih....

Sang waktu terus tersenyum dalam kesedihannya
melihat sang hujan yang turun tanpa henti ke bumi
melihat sang awan yang terus berarak pergi tanpa memandang dirinya lagi
lepas terbang melayang dalam angan dan khayal yang dingin membeku

kesepian dan keterpanaan tak kau pedulikan lagi
terus berjalan...melangkah...bangkit dan berlari kencang....
melaju membawa hati yang teriris sembilu di semak kegundahanmu...

detik demi detik terus berjalan....hingga akhir waktu lah yang menghentikan langkahmu
tanpa kau sadari bahwa sang waktu telah merenggut ke asa anmu yang ceria
yang berlari tanpa henti ....

sang Waktu telah menepi di ujung batas senja temaram
menanti datangnya sinar cahaya yang kan membawamu dalam kesenduan
putih dan berkilau dalam keremangan yang tersamar kabut kelabu
menanti tangan-tangan yang tergapai jemari lentik kekasihmu yang telah lalu

Engkau kan tersenyum di saat sang waktu telah memberimu keleluasaan berkreasi
menorehkan tarian pena emasmu yang kau gadaikan dalam relung kalbumu yang sepi
yang kau ekspresikan dalam sentuhan lembut jemarimu yang bergayut mesra
menanti cahaya putih yang kan menjemputmu dalam kerinduannya
berlari bersama sang waktu yang tersenyum menatap indah padamu....

hati riangmu sangat terpesona dengan rengkuhan sang waktu...
yang telah memberimu kesempatan dan peluang untuk melangkah maju
meninggalkan keterpurukan dan kesedihan yang pernah melandamu
menggantinya menjadi senyum segar di bibir tipismu yang semerbak....

Akhirnya ....
kau pun menyadari....
bahwa sang waktu pun bisa kelelahan ...letih...
dan berhenti melangkah ....
di lubuk hatimu yang tenang dan damai....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar