Senin, 18 Januari 2010

Puisi: Malam beranjak pergi

Puisi: Malam beranjak pergi
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Malam beranjak pergi ...perlahan
menyusuri bintang di langit yang berkelip
melewati warna jingga dan temaram yang menggapai
terasa sunyi dan hening.....

Bintang terus berkedip mengikuti irama dansa
memantulkan cahaya indah di hati
melantunkan kidung malam yang lirih
terasa angin membelai lembut diriku
menyentuhkan nada getar rindu padamu

Kutengadahkan roman wajahku ke atas
memandang kegelapan malam yang pekat
terasa begitu kecilnya diriku
di antara luasnya lautan alam di sekelilingku

Terasa kerinduanku tersekat di dada
menanti asa yang tergapaikan
tanpa dapat berlari secepat sang bayu
yang berlomba dengan sang waktu

Kubiarkan diri ini terlentang lelah
melepas kerinduan yang tak tersampirkan
kutatap sang rembulan nan terpaku diam
dalam keremangan cahaya bintang yang memanggil namaku

Mengapa kau tak pernah tahu isi hatiku
yang selalu memanggil namamu dalam kesunyian jiwa
dalam keterpanaan yang menggayut hati
entah sampai kapan kan ku bertahan

Tak terasa sudah 2 musim kulalui tanpamu
sendiri dalam kesendirian
tanpa lembaran kartu darimu
tanpa isyarat kerinduan dari sang Rembulan malam

Biarlah sang waktu yang kan membujukmu
agar kau mau menorehkan indahnya kata rindu
indahnya kata mesra di dinding hati ini
yang selalu mengharapmu ....kapan pun...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar