Kamis, 28 Januari 2010

Puisi: Menanti

Puisi: Menanti
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Langkah tegak ku terus merayap perlahan
pelan tapi pasti
menyusuri langkah-langkah bayangmu
yang pernah terlukis dalam ukiran rinduku

Waktu terus berputar tak kenal lelah
berpendar dalam ruas yang melingkar
semakin lama semakin menjauh
menghilang ...dan tak nampak lagi...

Perjalanan langkah ini semakin cepat
mengikuti detik-detik yang telah berlalu
menerawang kehidupan yang akan datang
yang muncul tanpa kepastian yang nyata

Kegelisahan terus merajut dengan pasti
mencari celah dalam kehampaan yang terukir
yang berputar dalam bayang semu
menggapai asa yang terus melangkah pergi

Keheningan semakin mendalam menerpa
merenung diri dalam kesunyian jiwa
mengetuk hati tanpa rasa ingin membuka
mendiamkan diri mengejar bayang tak pasti

kesunyian waktu terus saling mendekat
memecah kesenyapan yang mulai pudar
perlahan mulai membuka tabir kerinduan
terlihat bayang indahmu yang melambai

Senyum indahmu terlihat nyata
indah dan membuat getar dalam sukma
melepas kerinduan tanpa keheningan malam
selalu membayang dalam tatapan binar matamu

Kabut malam mulai menghilang pergi
perlahan namun pasti
membuka wajah indahmu yang tertawa renyah
memanggil namaku dalam rasa ingin yang menggebu

bisik sang angin terus mencubit lenganku
agar aku terus memandang dirimu yang sendiri
dalam rasa ingin yang menggayut semu
menanti penantian yang tak berujung tepi

Menanti adalah jawaban indahmu
saat ku pergi dari sisi hidupmu
melangkah perlahan dalam kegelisahan yang terisi
pergi untuk kembali lagi ...kepadamu yang menanti....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar