Sabtu, 09 Januari 2010

Puisi: Kututup buku indahku selamanya

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Tak perlu kau bertanya lagi, kasih
kemana aku harus melangkah pergi...
kemana aku harus bersandar lagi....

dirimu sebenarnya sudah mengerti ...
mengapa aku harus meninggalkanmu....

Engkau merasa dirimulah yang terbaik di hatinya...
engkau telah mencoba menduakan diriku yang lemah ini
aku tak bisa lagi menutup rasa luka di hati resah ini
meski kau memintaku untuk kembali merangkai bunga Anggrek di hati gundah ini...

Aku sudah berkali-kali memohon kepada hati indahmu...
agar meninggalkan dirinya atau memilih diriku yang menjadi sandaran hatimu
namun ....kau tetap tak mengerti terpaan angin yang mengiris hati indahku
yang terus mengguncang dan meniup lantang di pelupuk dinding hati ini...

aku tak kuasa untuk terus bertahan di kegelapan malam yang mengiris sendu
yang menanti dalam harapan yang tak kan mungkin tergapaikan...

kau telah terlena dalam bisik lembut sang pohon Pinus yang perkasa
yang menutup rongga relung hatimu yang terlelap pulas....
yang dulu hanya kau peruntukkan buatku seorang...

Kini ....
kau bisa bercanda tawa lagi dengan dirinya kembali...
yang telah kau sandarkan di relung hatimu yang bermekaran...

lupakanlah diriku yang pernah ada di hati indahmu...
yang pernah bergelayut mesra dengan jemarimu yang lentik
yang kini harus kutinggalkan dalam keheningan yang terluka...
karena rasa pedih ....yang tak pernah terpikirkan....

Biarlah sang Ikan Arwana terus menatap nanar pada diriku
biarlah rumput hijau tetap berpijak pada bumi yang lemah ini
asal kau bahagia bersamanya...belahan jiwamu...

Kini ...kututup sudah...buku hari-hari indahku bersamamu....selamanya....

lupakanlah diriku...selamanya, kasih....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar