Senin, 25 Januari 2010

Puisi: Kemuning di Puncak Bukit

Puisi: Kemuning di Puncak Bukit
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Telah berlalu rasa pedih itu
telah usai sudah rasa lara itu
kini hanya tinggal sisa-sisa asa saja
yang menemaniku dalam kesunyian jiwa...

Kau telah pergi meninggalkanku seorang diri
dalam kesedihan yang membuatku terpana
yang membuatku tak percaya diri
yang membuat diriku terhenyak tak bergeming....

Kau pergi tanpa bayang rindumu padaku
kau tinggalkan rasa duka ini dalam hatiku
yang lama tak terobati meski aku berusaha melupakanmu
melupakan segala kenangan indah bersamamu

Bunga kemuning yang kau berikan kepada diriku....adalah sebagai perlambang untukku
lambang ketulusan cinta yang pernah kita rengkuh bersama....
lambang kasih yang selalu abadi sepanjang masa....yang tak kan pudar oleh sang waktu...
yang hingga kini ....masih tersimpan erat di relung dadaku yang menggayut mesra...
yang menantimu dalam kesepian yang membias....
bunga warna putih mewangi ....yang memberikan daku kekuatan untuk tetap tegar...

Sejuta alasan pernah kau kemukakan kepadaku
mengapa dikau pergi dariku...
namun sepuluh juta angan telah tergapaikan oleh rasa cintaku padamu
yang tak kan pupus oleh kikisan air yang merindu pada telaga sunyi yang menopangku

Dimanakah dirimu kini berada...
apakah masih ada rasa indah itu padaku yang mendambamu
yang terus bergayut mesra pada sekuntum bunga kemuning yang ada di kalbuku
yang menanti terangnya sinar mentari pagi yang kan menghangatkan jiwaku ....
agar daku kuat menerima penantian ini
agar daku tetap tegar melangkah ke depan tanpa bisik lembut mesramu lagi...

Kini ...
bunga Kemuning di puncak bukit penantian terus mengisi hari-hari indahku
hingga tak terasa waktu terus berlari mengejar bayangmu
yang tak kan pernah berhenti menyentuh perasaan cintaku padamu
hingga daku merasa...hanya dirimulah belahan jiwaku yang terindah...
yang kini tinggalkan daku dalam kesunyian diri yang menerpa...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar