Sabtu, 30 Januari 2010

Puisi: Jalan masih panjang

Puisi: Jalan masih panjang
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Jalan masih panjang yang harus kulalui
masih banyak tanya yang belum terjawab
masih ada kata yang mengganjal di jiwa
mengapa harus aku yang kau pilih di hatimu

Jalan setapak di hati masih terpampang lebar
menanti uluran tangan yang menggapai asa
merengkuh dalam keheningang yang menggayut
dalam diri yang duduk termenung...menanti kehadiranmu...

Daku menanti pancaran sinar mentarimu
yang bening meski kadang membias
terasa hangat dalam sanubariku
terasa sejuk dalam kedamaian yang kau percikkan

Setetes embun pagi telah mulai menggeliat
dalam desah nafas yang terus memburu
menepis kegalauan jiwa yang tercenung diri
menatap sang waktu yang berjalan perlahan

Pagi telah menyingsing ...
menerpa kegalauan jiwa yang tersendat
menghapus kenangan lama yang terabaikan
membuka lembaran baru yang lebih indah

Dedaunan segar ini mulai menyukai tetesan rintik hujan
yang menempel erat dalam dinding hati kerinduan
menatap sayu dalam genggam jemari lentikmu
yang kau peruntukkan buatku seorang....

Kucium mesra jemari lentikmu
saat kau menjabat erat rasa rindu ini
saat kau menatap lembut sinar mata hangat ku ini
menggodaku untuk terseyum indah padamu...

Selamat datang bidadari hatiku yang kudamba...
selamat datang keceriaan di hatiku
selamat tinggal kegalauan di hati...

kubuka lembaran album baru di halaman hatiku
yang hanya kuperuntukkan buatmu ...seorang...
hanya ...dirimu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar