Jumat, 15 Januari 2010

Puisi: Embun pagi telah terbang

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Embun pagi telah terbang ke angkasa
tergadaikan oleh sang Mentari yang menyinarinya
tanpa rasa sungkan untuk melepasnya pergi
membawa kenangan lama yang tak kan kembali lagi...

Secercah cahaya kemilau telah membuka mata hatiku
saat ku melihat dirimu di perjumpaan kita kemarin
yang penuh dengan bunga melati di mana-mana
saat itu dirimulah sekuntum bunga Anggrek yang mekar berseri
yang menyentuh ranting dedaunan keringku yang tersemaikan

Semburat jingga sang mentari di senja temaram telah menyadarkanku
bahwa waktu telah berganti menjadi kelam dan sunyi senyap
tak ada lagi secercah sinar yang menempel di dinding hati ku
yang redup dan tak bercahaya....

Kehadiranmu telah memberiku semangat untuk berdiri tegar lagi
menatap sang mentari dalam bayang-bayang kegetiranku
yang pernah terlukis di dinding kanvas kegamanganku
yang terus menderaku hingga ku sadar kembali
bahwa aku harus bangkit lagi dengan kemauanan sendiri yang tergapaikan

Jangan kau taburi hati indah ini dengan rasa sungkan di hati
tapi taburilah dengan rasa kasih sayang untuk diriku di sini
yang menanti jemari lentikmu untuk kau sentuhkan pada Pelangi ini
yang mendambamu dalam kemilaunya sejuta warna di ujung rintik hujan
yang membias dan mengembun di pagi yang ceria

tersenyumlah selalu ....bunga Anggrek di hati indah ku ini....
buatlah hari-hariku indah bersamamu....selalu....
seperti saat ini....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar