Sabtu, 30 Januari 2010

Puisi: Kedamaian nuansa alam

Puisi: Kedamaian nuansa alam
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Pagi telah terbit di pelataran rinduku
menepuk bahuku untuk tempat bersandar
menemani sang Surya yang mulai memancarkan sinarnya
menghangatkan tanah liat yang tertidur kedinginan

Mentari pagi menyuburkan dedaunan yang tersentuh ranting lunak
mentertawai dahan yang merangkul sang pohon yang terlena ...sepi
merengkuh cahaya sang mentari yang membias seribu sinar
dalam kabut pagi yang mulai menggeliat dari lelapnya yang terdiam

Senandung burung nuri dan burung perkutut meramaikan suasana alam raya
saling bernyanyi dalam nada keceriaan yang terangkai indah
saling menyapa dan bercanda tawa untuk terbang bersama
mencari makan untuk keluarganya yang masih kecil dan membutuhkannya

bunyi tupai yang meloncat di antara pepohonan telah membuat geli dahannya
terasa dingin dan menghentak nadi ranting yang tertawa ceria
memanggil sang bayu agar meniupkan desahannya yang lembut dan halus
agar udara bisa kembali bersih dan sejuk...dalam kedamaian yang abadi

Tarian dedaunan terus bergoyang mengikuti semilirnya angin yang bertiup
meruntuhkan dedauan kering yang menguning untuk diganti dengan yang baru
yang lebih segar dan menghijau ...
menjadikan daunnya rimbun untuk saling mengenal lebih dekat....

Alam terasa sangat bersahabat dengan sang bayu
yang saling bertegur sapa
yang saling berjabat tangan
untuk saling menjaga kesejukan alam yang terus bernyanyi dengan riangnya....
mewujudkan kedamaian nuansa alam yang indah dan abadi....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar