Jumat, 15 Januari 2010

Puisi: Bersama rengkuhan sang Rembulan

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Tak ada lagi senandung riang di hati yang tegar ini
tak ada lagi rasa rindu dan kangen pada dirimu yang ada di depanku kini
semuanya telah kuhapus dari lembah hatiku yang terdalam
saat ku tahu kau tak menerima tawaran cinta dari hatiku yang berpendar

aku tak mau terlena dengan perasaan rinduku kepada dirimu lagi....
yang kupuja siang dan malam ...
dalam bayang mimpi maupun di dalam buaian asmara kangenku padamu
yang kusampirkan di lengan sang awan yang berjuntai di langit membiru
karena engkau telah pergi meninggalkan luka di hati yang sendu ini

Kini hatiku adalah untuk diriku sendiri yang berkawan kembali dengan sang Pelangi
hari-hariku kulalui dengan senandung irama romantisku sendiri
yang kubuat dan kudendangkan kan untuk diriku sendiri
menorehkan bait-bait cinta dalam tarian pena ku yang tergadaikan

Tak ada lagi bunga melati yang semerbak lagi di rangkulan hatiku
tak ada lagi senyum indahmu di relung kalbuku yang terdalam
semuanya telah hilang dan pergi ....terbawa sang Bayu yang menggapai asa ku
terbang melayang membawa kabar ....
bahwa aku ingin sendiri lagi...tanpa dirimu di sisiku...

Meski kau ada di depanku dan tersenyum cantik pada diriku ...
aku tak kan lagi terlena dan merajuk pada dirimu
seperti saat-saat indah dulu....
saat kita berkawan baik dan aku memujamu....

kini ....
kau telah memutuskan tali cinta asmara hati ku yang menggebu pada dirimu
yang bergelora melebihi deburan ombak di pantai tak bertepi
melebihi singgasana sang Pelangi yang berjuta warna...
melebihi cintaku pada diriku sendiri ....

Kenangan indah ini....
kan kusimpan sebagai kenangan terindah di album harianku bersamamu

Kemarin...
saat hujan rintik membasahi bumi hatiku...
Saat ku tawarkan hati bijak ini pada dirimu di hamparan teras pintu hatimu
kau dengan lembut menolaknya dengan alasan kau belum memikirkannya
kau masih ingin sendiri dalam kabut yang penuh bintang berkelap kelip di teras binar matamu...
kau masih ingin menikmati kesendirianmu yang membawa kemapananmu....

aku tak berdaya dan berusaha tegar menerima senyum indahmu itu
meski hati terasa luka tersayat serta kecewa
namun ....aku harus tegar dan tabah menerima nya....
karena relung hatimu bukanlah untuk diriku yang mendambamu ....

aku tak mau larut dalam kesedihan yang melenakanku
yang terasa dingin membeku menyelimuti kehampaanku....
aku harus bangkit dan berlari kencang lagi....
agar semua gundahku hilang lenyap tak tersisa lagi di hati sendu ini
agar mentari kembali bersinar terang ....seterang hati indahku saat ini ...
yang tak kan lagi menambatkan cahaya hati untuk bunga melati di pangkuanku....

Engkau ...
adalah kawan sejatiku ...

namun ....
Engkau bukanlah pasangan sejatiku....

Daku berbisik lirih...tanpa semilirnya sang Bayu....
tercenung....
terpana....
tak berkedip...
terdiam...
hening...

Kupandang sang Pelangi yang berpijar di angkasa tanpa rasa rindu lagi...
tanpa terkejap lagi
tanpa rasa itu lagi...

yang tersisa adalah rasa semangat untuk terus berlari kencang
menggapai asa yang belum tersemaikan di relung hatiku
yang mendamba gemerlapnya sinar sang Surya di langit yang membiru....
yang kan merubah cahaya kemilau berlian di hatiku yang mulai berpendar
bersama rengkuhan sang Rembulan yang berpejar indah di hati ini ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar