Minggu, 31 Januari 2010

Puisi: P a s r a h

Puisi: P a s r a h
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 31 Januari 2010


Bunga Mawar merah ini telah tumbuh di hati yang merindu
yang mengepak sayap terbang ke langit yang membiru
menerobos lapisan atmosfir yang menyapa ramah
melayang dalam rengkuhan sang dewi malam yang tersipu

Kupersembahkan bunga ini untuk dirimu yang ada di sana
di kejauhan diri sepanjang mata memandang
membelah perjalanan sang waktu yang tertunduk malu
membelai rasa indah bunga Melati yang tersenyum merekah

Dedaunan hijau dan kuning berkumpul untuk saling mengasihi
menebar pesona pada sang ranting yang mengangguk ...setuju
menepuk bahu sang dahan yang diam termangu-mangu
merangkul serumpun padang ilalang yang terhampar di kaki bukit
agar semuanya menyukai dirimu....mengasihi dirimu yang tertegun luruh

Burung merpati dan sang Murai Jalak telah lama mengetahui isi hati ini
sehingga tidak lah salah kalau mereka pun bersenandung riang
menyambut sang Mentari yang bangkit dari rasa terlelapnya
melepas bayang mimpi yang tak kan pernah tersampirkan di pundaknya

Ikan tuna dan sang lumba-lumba sudah mengerti akan kerinduanku
yang ku bisikkan dalam bayang semilirnya sang bayu yang menantimu
yang kan ku bawa terbang melayang dalam angan dan khayalku
agar mimpi ku bisa ku sampaikan dengan segenap ketulusan hati ku
yang ku tujukan buatmu seorang...yang sedang menunggumu dengan sabar

Semuanya telah ku beritahukan pada sang pengarang cerita
pada sang pujangga yang menarikan tarian penanya di atas tuts komputer
agar curahan isi hatiku bisa ku ungkapkan dalam relung hatimu
yang memandang mu dengan terpana dalam putaran arus asa ku
agar kerinduanku ...menyatu ...berpadu dengan kerinduanmu yang berkobar
dalam satu wadah ...di relung kerinduan lilin yang menyala temaram

Apakah kau bisa mengerti suara hati ini
yang lama menanti mu dalam keheningan yang bergelora
dalam kesendirian yang menggebu
yang merindukan dirimu ...meski hanya dalam batas wacana kosakata saja...
tanpa lebih dari itu...

Kerinduan ini nampaknya akan semakin pupus
jikalau dirimu masih belum mengerti akan gemericiknya suara air yang mengalir
akan rintiknya sang hujan yang turun semalam
akan desirnya angin yang melangkah perlahan ke peluk hangatmu

akan sia-sia saja penantian ini...jikalau dirimu masih seperti yang dulu...
yang masih memandangku dengan sebelah hati saja...
yang masih menatapku dengan rona mata yang tanpa ekspresi jiwa...
tanpa mau merubah .....untuk mencintaiku...
aku hanya bisa pasrah...tak berdaya lagi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar