Minggu, 28 Februari 2010

Puisi: Waktu terus melangkah perlahan

Puisi: Waktu terus melangkah perlahan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 26 Pebruari 2010


Waktu terus melangkah perlahan ...namun..pasti...
melangkah dalam ketegaran jiwa....
berlari dalam keterpanaan wajah sayu...
berhenti saat kutermenung diri...

Waktu telah membuatku terhenyak seketika...
saat kau panggil namaku dalam rintik hujan...
saat kau bisik namaku dalam temaramnya sang rembulan...
membuat diriku terhenti dari sapaan lembut sang waktu...

Waktu terus berpijar dalam relung hatiku yang tersisih...
yang menyepi dalam heningnya sang malam...
membuat daku tersapu oleh rasa kesenyapan
yang menantiku dalam kabut ungu yang terhempaskan...

Adalah waktu pula yang membuatku tersenyum sendiri
saat kau lamunkan diriku dalam bisik lembut mimpimu
yang tercenung dalam kesenyapan waktu yang berlalu
mengakhiri sang malam yang tertidur pulas di peraduannya....

Saat mentari pagi terbit di ujung pantai nan sepi...
sang waktu kembali tersenyum lembut pada sang awan yang cerah
menatap tajam pada sang lumba-lumba yang berlompatan di laut yang membiru
menyelam ke dalam laut mencari kerang pantai yang tertawa riang....

Sang waktu terus tersenyum ceria pada diriku yang terbangun dari mimpiku
yang indah dan mempesona di pantai nan tak bertepi
mencari keleluasaan diri yang tersemaikan
dalam diri yang makin percaya diri menatap sang mentari pagi
yang meraih asaku dalam penantian yang berkepanjangan....

Sengatan sang mentari pagi terasa hangat menyentuh kalbuku
menghangatkan dadaku yang mengukir namamu dalam dinding relungku
yang terbingkai dari rasa asa ku yang tergapaikan
olah rasa cinta ku yang tulus kepadamu .....yang kusayang...selamanya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar