Senin, 08 Februari 2010

Puisi: Terdiam... membisu

Puisi: Terdiam...membisu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 08 Pebruari 2010


Tutup sudah rasa indah yang ada di diriku
terasa lamban waktu berjalan
tak ada detak jarum jam lagi yang berlari kencang
mengejar bayang indah diriku yang tersampirkan

Pedih dan pilu terasa makin menggerogoti jiwaku
menutup aura yang bertebaran di angkasa
melepas pergi rasa indah ke relung hati yang terhamparkan
menepi tanpa ujung asa yang tersemaikan

Tak ada lagi rasa rindu yang menggantung di dinding hati
tak ada lagi rasa sendu yang menggapai uluran tangan mu
semuanya telah usai bersama hilangnya rasa pedih di hati
yang ada adalah rasa sepi dan hening di sisi jiwaku

Telah pergi rasa ceria di hatiku
telah lenyap kegembiraan yang menerpa sang bayu
berhenti berpendar dari lingkar sang waktu
membias bersama embun pagi yang tertelan hangatnya sinar mentari pagi

Senandung musik terdengar lebih merdu dari suara hatiku
yang berkecamuk menerjang ombak di laut
menggelora dalam senandung kidung kasmaran
yang tak kan teraih oleh sang waktu yang berdiri mematung...membisu

Sang angin dan awan hanya tersenyum kecut menatap diriku
yang hanya terpana dan saling memandang tanpa jawab

sang Pelangi pun hanya bisa terpukau diam dalam kemilaunya
tanpa berpijar lagi dengan sejuta warnanya yang indah

Kini sepi hanya menjadi teman ku sehari-hari
tanpa ada lagi rasa ingin bersenandung riang di pagi yang cerah
karena sang awan telah menutup diri bersama sang bayu yang terdiam
semuanya membisu dan mematung...bagai tanpa angan lagi di sisi rinduku....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar