Sabtu, 13 Februari 2010

Puisi: Tak kan tergapai

Puisi: Tak kan tergapai
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 13 Pebruari 2010


Malam semakin tenggelam dalam kesuntukan diri
menyepi dalam keheningan yang merasuk sukma
melelapkan rasa rindu yang semakin menggelora di dada
menepuk nada-nada rasa indah dalam bayang rona wajahmu

Rintik hujan yang menembus relung hatiku kian menusuk
mendinginkan hati yang mulai terpana dalam gelapnya malam
menidurkan rasa ingin bertemu denganmu yang melenakan
merajut keikhlasan hati untuk bersabar dalam penantianku...

Lampu lilin ini sudah mulai pudar berpendar
setetes demi setetes mulai mencair dari kebekuan jiwa
perlahan namun pasti...telah mulai redup berpijar
akankah ...hati ini juga kan seperti lilin kecil itu....?

Daku hanya terpana menatap sang lilin kecil yang makin redup berpijar
mengingatkan akan diriku yang telah sabar menantimu dalam ketermenungan
menanti hari-hari bahagia bersamamu ....yang tak kan pernah teraih...
yang tak kan tergapai oleh angan dan khayal indahku ....

Dirimu telah jauh melangkah ke hamparan rerumputan yang menghijau
yang tak kan lagi melihat dengan jelas ...rumput yang kering dan menguning...
yang telah layu terhempas oleh usia yang makin memupuskan asa ku
yang mulai luruh dalam tiupan sang bayu yang makin terkesima....

Daku bukanlah pilihan hidupmu yang kau idamkan
biarlah daku menanti asa yang tak tergapaikan dalam sepi
dalam remangnya lilin yang redup di hatiku
yang tak kan lagi bersinar bersama sang mentari pagi yang menghangatkan jemariku

Dikau adalah bayangan indahku
yang selalu abadi dalam lubuk hatiku yang terdalam
yang tak kan pernah tergoreskan oleh tinta yang memudar
yang selalu ada ....dan selalu hadir dalam relung hatiku yang merindukan mu....
selalu... selamanya..., belahan hatiku....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar