Jumat, 19 Februari 2010

Puisi: Sang waktu yang 'kan menjawabnya

Puisi: Sang waktu yang 'kan menjawabnya
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 18 Pebruari 2010


Perjalanan ini telah jauh kutempuh...
langkah tegar ini telah letih 'tuk melangkah
apakah aku masih harus terus berjalan
mencari sinar mentari pagi yang kan menghangatkan ku....

Lelah daku 'tuk meraih hatimu
sedih kalbuku ....karena kau tak peduli lagi padaku
sudah kucoba untuk menceritakannya kepadamu
apa yang telah terjadi padaku....
namun... kau tak jua mau mengerti....
aku harus bagaimana lagi....kepadamu....

Kusadari...aku memang tak pandai bercerita
ku katakan kepadamu....aku tak bisa lagi seperti ini
kau diamkan...dan tak peduli lagi.....
aku sedih dan merasa ...tak ada lagi aku di hatimu....

Biarlah....
mungkin ini sudah jadi tulisan tanganku ....tentangmu
bahwa aku tak bisa lagi bersanding dengan bungaku lagi
bunga yang selalu mengharumkan dinding hatiku yang hening...

harus bagaimana lagi aku kepadamu....
kau tetap diam membisu....
kau tetap menjauh dariku ....
kau biarkan aku ...pergi ...tanpa kau pedulikan lagi....

Angin terasa semilir di lenganku yang tegar
nafas kehidupanku masih terasa menggelora di dada
akankah aku tetap seperti ini ....terkunci dalam pintu rongga hatimu....
ah...biarlah sang waktu yang 'kan menjawabnya....

Mungkin kau amat marah kepadaku...
mungkin...kau terluka dalam di relung hatimu
karena...aku pergi tanpa pesan kepadamu....
meski ...sejenak...'tuk mengikuti kemana sang Pelangi berpendar....

Kini...kusadari....
apakah kau memang marah dan tak mau menerimaku selamanya....
atau hanya...sementara waktu saja....
aku tak tahu....
biarlah... aku berdiam diri saja...dan menunggu...
menantikan cahaya lentera hatimu yang tersandarkan....
dalam palung jiwamu yang tersampirkan....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar