Kamis, 25 Februari 2010

Puisi: Sudah kukatakan kepadamu

Puisi: Sudah kukatakan kepadamu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 25 Pebruari 2010


Sudah kukatakan kepadamu....
bahwa aku sudah menutup pintu hatiku
tak perlu lagi kau ketuk-ketuk dengan jemarimu yang lentik
dan tak perlu lagi kau memanggil namaku di balik pintu hati ini....

Maaf..., pintu hatiku sudah kututup dengan rapat-rapat...
tak ada satu lobang pun untuk suara hatimu yang merdu
dan tak ada satu kunci pun yang dapat membukanya...
kecuali kunci hatiku yang sudah mengkristal dan membeku....

Memang...daku sudah memutuskan untuk berhenti merindukanmu...
karena ...daku sudah tak kan mampu untuk meraih hatimu lagi...
meski dulu...kita pernah bersama ...seia sekata....
namun...kini..sudah berlalu...dan tak kan mungkin bersatu lagi...

Menyedihkan memang....
tetapi ...mau dikata apa lagi...
dikau telah memutuskan untuk berhenti memanggil namaku...
dikau pula yang telah memadamkan api kerinduanku padamu....

Daku sudah bersabar untuk selalu mengalah padamu...
satu dua kali ...tak mengapa kau marah padaku...
namun...jangan lagi ke tiga kali...kau mencoba memarahiku...
daku sudah bosan untuk kau marahi terus menerus....

Batas kesabaranku sudah pupus...
sudah usai perjalanan waktu kita ...
sang angin telah memudarkan harapanku ...padamu...
karena salah kata...kau memadamkan seluruh kalimat yang ada...

Memang...kita sudah banyak mengarungi samudra yang luas...
banyak pulau sudah kita seberangi bersama....
juga banyak dedauan yang sudah mengering karena kesabaranku...
namun...tak satu jua pun rasa pedulimu kau indahkan padaku....

Daku meminta maaf kepadamu...
karena daku tak ingin lagi membuka hati ini untukmu...
meski kau memintaku untuk membukanya lagi...
namun...daku sudah terlanjur luruh dari semilirnya angin nan lalu...

Sudah...sudah usai langkah kita bersama....
mungkin...bila kita dapat bersua kembali...
itu adalah suatu kebetulan belaka ....
yang jelas... aku tak menyesal untuk tak bersamamu lagi....

Biarlah sang rembulan termenung mendalam di atas bayang indahmu...
biarlah sang bangau terbang mencari sang katak untuk bercanda ria...
namun...biarkanlah daku tersisih darimu....yang pernah memujamu...
yang tak kan kembali lagi...dalam impianmu yang membias...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar