Rabu, 17 Februari 2010

Puisi: Api asmara mulai menyala kembali

Puisi: Api asmara mulai menyala kembali
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 16 Pebruari 2010


Kenapa api asmara ini tidak juga padam dari relung hatiku
mengapa nyala kerinduan ini masih terus berkobar di dada
meski daku telah berlari kencang dan menjauh darimu
namun bayang senyum indahmu masih terus membuntuti daku kemana pun ku melangkah....
berjalan seiring dengan langkah ringanku yang tercenggang....

Daku ternyata kalah dengan hati rinduku padamu
egoku telah takluk dengan rasa indahmu yang menggelora di bola mataku
aku tak bisa lagi menyembunyikan rasa ini padamu
rasa yang jauh kupendam dalam hati terhalusku

Apakah yang menyebabkan daku seperti ini
menyebabkan daku lemah dan tak berdaya terhadapmu
meski daku berusaha menghindar darimu yang menggapaiku
meski daku menjauh dari kerlingan matamu yang menghipnotisku....
namun....aku tak bisa menghindar dari hati indahku yang terdalam
bahwa aku menyukaimu....tertarik padamu....

Bumi yang kupijak pun tersenyum pada rasa takutku
rasa yang khawatir bahwa ...aku 'kan jatuh cinta lagi....
rasa yang telah lama kututup dan kupendam jauh-jauh...
agar tak muncul lagi dari dalam jiwaku yang meradang....

Aku tak kuasa lagi untuk berlari menjauh darimu yang mempesonaku
daku tak bisa lagi meratapi kepergian sang bunga melati yang pernah singgah di hatiku
yang dulu kupuja...namun ...tak bisa kuraih dalam hati indahku
kini...kau hadir ...sebagai pengganti bunga melati yang pernah hilang dari hidupku
meraih dan membelai rasa angan dan khayalku dalam mimpiku yang tersampirkan....

Apakah aku masih harus berkata ...tidak mau ...padamu....
masihkah aku bertahan dengan kesendirianku yang mulai tergoyahkan....
masih adakah keegoanku yang melambung tinggi saat kusendiri dalam sepi....
semuanya hancur berantakan...saat kau hadir dalam sisi-sisi hatiku yang membeku....
semuanya musnah...karena...senyummu yang menggetarkan pori-pori jiwaku yang terpasung...

Kini...keceriaanku telah mulai mekar dan bersemi kembali
menapak jalan-jalan panjang yang harus kulalui dalam nada-nada senandung rinduku padamu
dalam langkah tegakku yang menapak jelas dalam keteguhan jiwa....
'tuk meraih asa dalam rasa cintaku padamu yang kembali hadir di jiwaku yang tertegun....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar