Kamis, 25 Februari 2010

Puisi: Pagi telah mulai berpijar

Puisi: Pagi telah mulai berpijar
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 25 Pebruari 2010


Pagi telah mulai berpijar lirih ke relung hatiku yang mendambamu
menyampaikan salam bahagia untuk mu yang ada di sana...
di seberang pulau yang terukir indah di hatiku
yang kerap membayang dalam pelupuk mataku yang berbinar....

Kehampaan tanpa dirimu makin kurasa menyentuh kalbuku
membuka pintu hatiku untuk selalu menyebut namamu
mengerlingkan mata dalam peluk eratmu yang menyala
menepis rasa ragu akan sirnanya kemilau rona senyummya yang memikat hati

Daku terus mencari dan mencari rasa rinduku padamu
yang hilang entah kemana
kadang terlihat warna kuning..., terkadang warna jingga
nampak samar dalam temaramnya lilin yang redup berpijar....

Semangatku kembali menyeruak di antara bisik lembut bibirmu yang merekah
menawan hati merasuk sukma yang terpana
merajut tali kasih yang tak kan putus diterpa gelombang samudra nan ganas
memadu benang-benang asmara dalam kemilaunya sinar pelangi mu...

Daku tak kan menyesal bersama mu dalam setiap langkah mu...
daku terasa damai dan tenang saat kau raih dan genggam jemariku
yang terasa berdebar saat senyummu kau siramkan di rongga nafasku
membuat daku tak bisa lagi berkata ...Tidak ..padamu....

Rasa rinduku membuat daku merasa kaulah asaku
kaulah jiwa dan ragaku
yang selalu menyelimuti rasa kangenku yang menggebu
yang makin menyentuh kalbuku...saat kau jauh dariku...

Apakah rasa ini akan selalu ada di dadaku yang kokoh...
apakah rasa ini juga ada di dirimu yang selalu kunanti...
aku hanya bisa membayangkan dirimu dalam peluk eratku
saat kau ada di alam mimpiku yang terbuai rasa inginku padamu...

Mengapa kau tak pernah lagi hadir dalam bayang mimpiku yang kuidamkan
saat malam menantang...dan saat pagi menjelang...
tiada lagi derai tawamu yang menggoncangkan rasa indahku padamu...
dimanakah dirimu kini berada....

Daku sudah lelah untuk bercanda dengan bayang indahmu
daku sudah letih untuk menantimu dalam temaramnya senja nan redup
apakah kau juga bisa merasakan asaku untuk mu....
yang selalu memendam rasa ingin ku bertemu denganmu.....

Mungkin...dikau saat ini sedang menantiku pula...
atau malahan ...tak lagi memikirkan diriku yang ada di sini...
ah...angin malam selalu menggodaku untuk mengunjungi mu
di alam mimpiku yang penuh dengan rasa kangen dan rindu padamu...

Suatu saat ...mungkin kita kan bertemu lagi...
di saat kau menatap lembut binar bola mataku...
atau di saat daku ingin pula meraih lenganmu yang indah...
untuk duduk bersama...dalam nuansa cerita yang indah dan membuai mimpiku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar