Rabu, 17 Februari 2010

Puisi: Hatimu bukan untuk ku

Puisi: Hatimu bukan untuk ku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 15 Pebruari 2010


Jika kau mencintainya...jemputlah dia...
jika kau merindukannya.... raihlah dirinya....
jika kau menyukainya....pegang lah hatinya....
namun...jika kau ingin bersamanya....janganlah...karena...bagaimana dengan diriku....

Aku tak bisa mengatakannya padamu....
bahwa daku benar-benar merindukanmu
benar-benar mencintaimu setulus hatiku....
tapi...jangan kau buat daku kecewa dan terluka...

Memang benar...aku belum mengungkapkan semua isi hatiku padamu
karena aku takut...aku takut terluka ....karena kau kan menolak rasa cintaku
daku takut gagal dalam mengarungi samudra asmara bersamamu
namun...aku berani menjamin...bila kau bersamaku...kau kan kubuat bahagia selalu....

Meski kutahu...hatimu bukan untuk ku....
hatimu adalah untuk dirinya yang ada di sebelah diriku
teman baikku yang kuperkenalkan padamu
namun....aku juga berhak menyayangimu...berhak merindukanmu....
meski...aku tahu...risiko dari penolakanmu terhadap diriku ini....

Saat pertama kumelihatmu...aku telah jatuh hati padamu
namun...aku tak mempunyai keberanian untuk mengatakannya padamu
maka ...kuajak temanku ...sahabatku ...untuk menemaniku ke tempatmu....
namun...apa daya...kerlingan dan sorot matamu ...hanya tertuju ke sahabat ku yang terbaik....

Aku tak kuasa menahan rasa tangis dan kecewa di hati
aku tak berdaya dalam lingkaran rasa rindu yang menggelora di kalbu
namun...apakah aku tak berhak untuk mencintaimu ....setulus hatiku...
aku juga berhak untuk merindukanmu...meski diriku mungkin tak pantas untuk mu....
aku mengerti ...dan memahaminya....

Biarlah sang kumbang terbang ke angkasa dalam luka di dada...
biarlah sang bunga melati bersentuhan dengan kumbang pilihannya....
aku tak kan menangis dan tak kan terluka lagi...
mungkin ...daku bukanlah pilihan hatimu....
cinta memang tak harus memiliki....
cinta adalah keindahan...dan aku hanya memandangmu dengan rasa getir
daku hanya bisa menatapmu ...tanpa aku bisa meraih hatimu yang terelok di dunia....

Seandainya ....kau mau menjadi kekasih hatiku...
betapa bahagianya diriku....
betapa akan kubuatkan dirimu istana yang gemerlap di angkasa
dan ....kupersembahkan seluruh jiwa dan ragaku hanya untukmu ...seorang...bungaku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar