Selasa, 23 Februari 2010

Puisi: Rintik Hujan

Puisi: Rintik Hujan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 23 Pebruari 2010

Rintik hujan membasahi relung hatiku
mengajakku untuk turut merasakan rasa pilumu
rasa yang pernah ada di hatimu....dulu
saat kau dan aku pernah bersama....

Gerimis hujan juga membasahi air matamu
yang pernah kau tumpahkan dalam sesaknya dadamu
dalam rasa yang pernah kau rasakan...
saat kau menyentuh perasaanku ...dulu...

Kini...
rintik hujan telah akrab dengan dirimu
dan kau tak lagi merasakan rasa itu
dalam gerimis sang hujan yang membasahi mu
karena kau telah menjadi satu dengannya....

Aku tak mengerti....
mengapa rintik hujan terus membasahi dirimu
juga gerimis hujan yang turun di siang ini
yang terasa dingin membeku
dalam temaramnya sang lilin yang redup menyala

Entah mengapa hati ini terus merasa berdebar
saat kau tiada lagi menyentuh namaku
saat kau tiada lagi menggoreskan pena di sisi hatiku
yang mendambamu ....saat sepi menjelang....

Mungkin....
hari ini telah berubah....
dari hari yang indah menjadi hari yang ceria
hari yang penuh kenangan dalam bingkai rasa
yang pernah tersentuhkan di hatimu yang kupuja...

aku tak tahu....
apakah dirimu tahu....
bahwa aku menantimu dalam redupnya angin senja
yang menyentuhku dalam semilirnya sang bayu yang terurai lirih....

Barangkali...
angin telah berganti arah ....
berlari bersama sang waktu yang mendampingimu
bersama rasa termenungmu yang menggetarkan jiwaku
dalam sepoi sang bayu yang melangkah perlahan ke hatimu yang mempesona....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar