Rabu, 03 Februari 2010

Puisi: Secercah Sinar Pagi

Puisi: Secercah Sinar Pagi
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 03 Pebruari 2010


Secercah sinar pagi telah mengusik keheningan malam
temaram perlahan beranjak pergi dari sisiku
redup lilin mulai terang kembali...berkilau
menerobos sisi gelap warna yang kemarin bertingkah nakal....

Engkau telah datang ke singgasanaku
duduk di sampingku...menatap relung mataku yang berbinar
menggamit lenganku 'tuk kau ajak bercerita
tentang alam....tentang diri kita yang sunyi dan hening....

Pandangan matamu terasa menyentuh rasa kalbuku
menusuk dan menghujam sendi-sendi kerinduanku
membuka lembaran lama yang pernah terkoyak karenamu
membuka lembaran baru yang kuharap lebih baik lagi....

Kau pergi dari sisiku ...di saat ku sedang sakit
kau menjauh dari senyumku ....di saat ku sedang gundah
akhirnya....kau pun menghilang dari rasa keriduanku yang menggelora
dan tak pernah kembali lagi....hingga akhirnya ...kini kau datang kembali ....

Sabahat...
apa yang sebenarnya kau cari dari rasa rinduku padamu
apa yang kau inginkan dari hati indah ini
yang dulu pernah memujamu ...pernah memimpikan bayang indahmu
namun...itu dulu....kini...rasa itu...mulai pudar....

Sahabat....
apakah kau ingin kembali merajut tali asmara ini lagi denganku...
apakah kau ingin daku luruh dan terpuruk lagi...
aku tak ingin ...kenangan lama menjadi benalu bagi diriku
yang kan melukai hati indahku ...yang lama telah bersemi kembali

Sahabat...
jikalau ....kau memang ingin meraih hatiku...
jujurlah padaku
katakan padaku...apa yang seharusnya ku perbuat untukmu...
apakah aku kurang mempedulikanmu....

Sahabat...
hati ini ....saat ini...memang masih menginginkan belai kasihmu
namun....aku tak ingin...kau pergi lagi dari sisiku...
aku tak ingin pengalaman lalu...membuatku pupus lagi...
kenangan yang tak ingin...kudapatkan kembali....

Bila kau mau mengerti dan memahamamiku...
sebenarnya amatlah mudah untuk meraih hatiku...
perhatikan dan pedulikanlah diriku....
kau kan dapat meraih intan berlianku yang terdalam
yang kusimpan dalam relung hatiku yang terelok
'kan kuberikan pada seseorang yang menciintaiku ...setulus hati...

Entah....apakah dirimu yang kelak mendapatkannya ...
atau bunga melati lain yang kan menyiram wangi semerbaknya untuk ku
aku tak tahu....
tapi cobalah untuk merawat dan memupuk kumbang ini....
agar dapat terbang lepas bersama sayap-sayapnya yang kekar...

Sahabat...
Salam rindu dariku...untukmu...
jikalau ada waktu...tersenyumlah untukku
jikalau tiada waktu....abaikanlah diriku...
aku tak ingin kenangan lama kan terulang kembali....

Sahabat....
Aku sudah merasakan pedihnya rasa ini yang menggigitku
rasa yang tak kuinginkan ada di hati ini
rasa yang membuatku menjadi gelisah dan resah
rasa yang kan kupendam jauh-jauh di lubuk hatiku....
dan tak kan kugali lagi....selamanya....

Sahabat....
jangan hanya memandangku dengan pandangan yang sendu
mari kita coba lagi....buka lembaran baru untuk kita berdua
semoga ini kenangan terakhir yang membahagiakan kita
kenangan yang indah dan abadi....untuk kita berdua...
selamanya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar