Jumat, 19 Februari 2010

Puisi: R e d u p

Puisi: R e d u p
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 19 Pebruari 2010


Kemarin...
saat kubersamamu ...kurasakan rasa yang bahagia ...
saat kau bisikkan nada indahmu...aku merasa tersanjung...
semuanya terasa indah dan mempesona hatiku

Namun.....tadi sore....
kau telah melukai hatiku
membuatku kecewa yang amat
membuatku terhenyak ....tertegun tanpa bisa mencegahmu...

Kau telah membuatku menghentikan langkahku ke arahmu
engkau telah membuatku tak bisa berkata lagi
daku terdiam....dan kau semakin membahana
membuatku semakin tak terlihat oleh mu yang menjauh

Ibarat Lentera lilin ....maka nyala ini ...yang semula redup...
kini semakin bertambah redup cahayanya
nyaris tak terlihat lagi sinar cahayanya....
mungkinkah....nyala lilin yang redup ini...'kan padam....?

Tak terasa...
lama sudah kita menjaga lilin ini agar tetap redup nyalanya
namun....kau telah membuatnya semakin redup lagi
aku tak kuasa lagi untuk menjaganya....
aku hanya bisa berkata....aku tak mampu menjaganya lagi...

Kini...
akan kita apakan lilin yang redup ini...
yang semakin menipis cahaya kemilaunya...
akan kah kita tambah nyalanya ....
atau kita padamkan saja.....tanpa cahaya lagi ...?

Aku tak tahu ...
harus bagaimana lagi mengatakannya padamu....
usahaku sudah maksimal ...dan tak mungkin lagi kumenjaganya sendiri
kalau dirimu pun tidak mau menjaganya....
lalu ....buat siapakah lilin yang redup ini ...berpijar ...?

Baiklah....
mari kita introspeksi diri lagi
adakah jalan terbaik untuk solusi ini
kurasa...selalu ada jalan tengah yang terbaik ....
apabila dikau selalu mau menurunkan egomu sedikit
agar daku bisa mengimbangi rasa egomu yang menyala....

Tapi....
aku sendiri juga tak bisa menjanjikan apa pun padamu
biarlah....
lilin ini menyala redup saja....
atau....kalau tidak... biarlah padam dengan sendirinya....
karena daku sudah tak kuasa berbuat apa pun lagi untuk itu...

Semangatku sudah mulai luntur dan pupus....
mungkin..sang waktulah yang akan menjawab semua ini
selalu ada jalan terbaik untuk semua masalah yang ada....
kini ....tinggal ada tidaknya kemauan untuk itu...
semuanya kuserahkan padamu....aku menurut saja...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar