Minggu, 14 Februari 2010

Puisi: Rindu yang hilang

Puisi: Rindu yang hilang
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 14 Pebruari 2010


Terasa getar nada-nada denting gitarku dalam nuansa pagi
terselimuti oleh dinginnya embun pagi yang menyapaku
dalam rerumputan pagi yang membias
menyegarkan kalbu yang terlelap dalam keutuhan diri

Bayang-bayang wajahmu masih jelas kuingat
saat senyum mu merekah ...mempesonaku
saat binar matamu ...menjerit menerpa degup jantungku
saat rindumu menyapaku dalam tapak hati yang mengelilingiku

Bisik lirih sang mentari pagi membangunkanku dalam lelapku
mengulas keindahan alam yang terbangun di pagi hari
menghentak dedaunan kering yang terjatuh karenanya
menghempas debur ombak di pantai yang berlomba menari

Kesenjangan alam terasa makin menggigit dalam tulung rusuk ku
menggapai selimut pasir di pantai yang menepi tanpa ujung
menghamparkan para kepiting yang berlomba menari ke laut
untuk berkawan dengan para ikan kecil di laut yang tersipu....

Kerang laut pun turut bersuka cita
menyanyikan lagu irama pantai yang berpasir putih
mengalunkan nada-nada keindahan alam yang terpancarkan
menggapai sang mentari pagi yang tersumbarat warna jingga di langit
menidurkan sang batu karang dalam kesendiriannya yang termenung...

Dedaunan nyiur di pantai melambai kan tangannya untuk sang burung Camar
agar segera kembali dalam peluk hangat sang Camar betina
yang menanti dalam kerinduan yang menghujam relung hati
berharap pada sang awan untuk menyapa lembut kekasih hatinya...

Dalam keceriaan alam yang tersentuhkan oleh jemari penaku
kutorehkan garis-garis bunga melati di hati putihmu yang membias
yang mengharapku untuk meraih hatimu yang tersendirikan
namun...daku masih terus menarikan penaku di atas kertas yang membeku
yang dingin tanpa sapa ...tanpa jawab....untuk hatimu yang membias...

Daku tak ingin kenangan lama ...yang pahit kembali hadir dalam mimpiku
daku tak ingin melukai hatimu yang tercurahkan untuk ku ..seorang...
daku saat ini hanya ingin sendiri ...dalam keterpanaan diri
yang menyelimuti mimpi-mimpi indahku bersama sang awan yang putih berarak...

Tak kan mungkin hati ini kembali bersemi lagi...
karena hati ini telah layu dalam ketermenungan diri
yang hanya akan berdiam diri ....dalam bayang indah mimpiku
yang tak kan mungkin tergapaikan oleh rasa rindu yang pernah ada...
rindu yang kini ...hilang..entah kemana perginya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar