Jumat, 19 Februari 2010

Puisi: Relung hatiku yang damai

Puisi: Relung hatiku yang damai
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 19 Pebruari 2010


Langkah-langkah kecilku terus berlari ....
menapaki jejak-jejak kerinduan yang terbentang
menggapai angan nan lengah dalam perjalanan
merengkuh rasa kangen yang menumpuk di dada

Kutetap berlari mengejar angin nan semilir
menguak tabir kabut yang putih menerpa
membuka selubung cinta yang tergadaikan
melepas lelah dalam kepenatan yang mendalam

Kerinduan ini telah mencapai langkah terakhirku
kujejak kan rasa inginku berjumpa denganmu
melebihi rasa letihku mengejar bayang indahmu
agar kudapat senyummu yang mempesona diriku

Kadang pengorbananku tak terasa lagi dalam kalbuku
kadang perasaan terluka terobati dengan kehadiranmu di mimpiku
namun...kadang kau membuatku benar-benar terluka
sehingga daku merasa kecewa denganmu yang tersipu

Entah mengapa...kau sering mempermainkan hatiku
membuatku merasa tak mampu lagi bersanding denganmu
karena dirimu selalu mengikuti egomu yang tinggi....
sehingga membuatku tak bisa mengikuti alur langkahmu
akhirnya...daku tertinggal ...dan tak nampak lagi di sampingmu

Tautan asmara nampaknya tak lagi dapat kupertahankan
kau telah memiliki segalanya yang kau inginkan
sedangkan daku...masih tertatih dalam mencari jati diri
menerawang dalam kegelapan agar terlihat cahaya lentera kehidupan
yang dapat membuatku semakin bersemangat dalam meniti langkahku

Menurutku ....
aku tak bisa melangkah lagi bersamamu
meski kau mencoba memberiku jalan di sampingmu
namun...hatiku sudah terlalu lelah untuk melangkah bersamamu
terlalu banyak persimpangan yang harus kupilih.....
untuk mencapai jalan terbaik dalam kehidupanku ....

Mungkin...sang waktu telah menungguku di seberang sana
menantikan kedatanganku dalam rasa bahagia
atau malah sebaliknya....membuatku semakin terluka...
namun...aku berharap...jalan yang kutempuh adalah jalan yang terbaik untuk ku
jalan yang akan membuatku bahagia...selamanya....

Sang mentari pagi mulai memancarkan sinarnya yang hangat
menyambut kehadiranku dalam senyumnya yang menawan kalbu
membuka jalan bahagia yang diperuntuk kan buatku
jalan yang diterangi cahaya lilin yang berpendar dalam pijarannya...
meski redup...namun tetap menyala abadi...
dalam relung hatiku yang damai dan bahagia....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar