Selasa, 09 Februari 2010

Puisi: Menggenggam jemari kedamaian

Puisi: Menggenggam jemari kedamaian
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 10 Pebruari 2010


Kucoba mengerti mengapa kau meninggalkanku
kucoba untuk menyadari mengapa kau menjauh dariku
kucoba untuk mengerti diri ini ....
kucoba untuk memahami hati ini ....

Kusadari....
aku tak bisa memenuhi keinginanmu
aku tak patut untuk bersanding dengan dirimu
aku hanya seperti ini saja...
tak ada yang dapat kau banggakan pada diri ini

Tak mengapa hati mu tak menyentuh hatiku
tak mengapa kau pergi menjauh dariku
kucoba untuk bangkit berdiri kembali
mengurai hari-hari indahku dalam keheningan diri

Kudapatkan kembali semangat hidupku tanpa dirimu
kudapatkan kembali rasa kemilau Pelangi sejuta warnaku
yang dulu pernah hilang berpendar dari sinar mentariku
kini rasa itu semakin menggelora di kalbu sukmaku

Kini...hari-hariku kulalui dengan semangat baru
kuisi jalan hidupku dengan gairah asa ku yang menggebu
menapak langkah-langkah kecil yang kan menjadi langkah besar
dalam lingkaran hidupku yang semakin membahagiakan diriku

Terasa indah alam pagi ini
bersama senandung kicau sang Murai batu dan Punglor
yang saling bersahut-sahutan memecah kesunyian hati
menggenggam jemari bunga Melati dalam kedamaian yang menyejukkan....

Daku terus berpijar bersama mentari pagiku
yang kan menghangatkan relung hati ku
hingga sendi-sendi nadiku menjadi kuat dan tegar
tanpa dirimu lagi di sisiku ....yang mendambakanmu....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar