Rabu, 10 Februari 2010

Puisi: Senandung Rindu Yang Tergapaikan

Puisi: Senandung rindu yang tergapaikan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 11 Pebruari 2010


Dalam perjalanan kerinduan yang pernah tersentuh oleh bayang mimpimu
tergerai rasa indah yang menawan relung hatiku
yang pernah ada di sisiku
yang kini telah menjadi bintang kecil di angkasa

Rasa ini membuatku semakin sayang padamu
semakin ingin bertemu dan bertemu ...
meski itu hanya dalam sekelumit mimpi indah saja
bagiku ...cukuplah sebagai penawar rinduku

Meski kita pernah bertemu dalam hitungan mata
namun....bayang ini tak kan pernah pudar dari hatiku
tak kan pernah pupus dari kalbuku
yang menggelora ...saat kubisik lembut namamu

Jangan pernah ada lagi rasa yang menggebu di hatimu
karena aku takut ...aku tak kan dapat meraihnya
aku khawatir...kalau rasa ini bisa menjadi bumerang bagiku
rasa yang tak kuharapkan...rasa rindu yang berlebihan....

Biarlah rasa ini hanya terdengar lirih di dinding hati ini saja
jangan lebih...dan jangan kurang...
cukup redup saja...jangan berkobar-kobar
karena itu bukan keinginanku...

Keinginanku ...hanyalah bisa memandang rona wajahmu
bisa mendengar alunan bisik merdumu
bisa menatap sayu tarian penamu
dan bisa ceria ...saat kau bercanda ria denganku

Itu bagiku sudah cukup mengesankan
cukup membuatku tidak melupakanmu
dan ...cukup bagiku untuk menerima mu apa adanya...
tanpa itu...kurasa aku tak kan mengenal dirimu ...kini....

Kucoba untuk memahami dan mengerti tentangmu
tentang keinginanmu yang menggema
tentang cita-citamu yang tesampirkan di langit yang tinggi
tentang rasa rindumu pada alam yang mempesona....

Kuharap kau terus menatap lembut sang Pelangi
yang tersemai dalam kemilaunya sejuta warna
yang terus melambung di langit yang tinggi
yang tergerai dalam senandung rindu yang tergapaikan....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar