Rabu, 17 Februari 2010

Puisi: Daku hanya berharap

Puisi: Daku hanya berharap
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 17 Pebruari 2010


Terasa ujung alisku mulai bergerak perlahan
terangkat sedikit demi sedikit
mengikuti langkah gemulaimu yang menawan
menarikan tarian yang lembut dan anggun

Goyangan kepalaku mulai terhibur menatapmu
mengikuti senandung bunyi gamelan jawa yang merdu
seharmonis dengan gerak tarianmu yang mempesona
membuatku merasa ikut menari bersamamu

Engkau adalah penari tradisional jawa yang ayu
yang luwes dan seirama dengan kendang dan saron
yang menggema dalam relung jiwaku yang mematut diri
mengalir mengikuti langkah tarianmu yang membahana

Aku amat terpesona dengan kelembutan tarianmu
juga wajah ayu mu serta gemulai gerakan tarimu
mengundangku untuk bertepuk tangan kagum padamu
yang lincah dan mahir dalam membawakan tarian tradisionil jawa....

Pernahkah kita bertemu saat itu
pernahkah kita berjabat tangan erat saat ku perkenalkan diriku padamu
semua itu terasa indah di dadaku
terasa berdesir gejolak darah adrenalinku saat memandangmu
yang tersenyum mempesona .....

Adakah di hatimu tersimpan segenggam ruang rindu ....untuk ku
yang kan kuberikan rasa rinduku ini ....kepadamu ....
'kan kujaga agar tetap tersimpan erat dalam palung hatimu
yang selalu menyala dalam cahaya lilin yang redup berpijar....

Adakah hati rindu ini bisa kuserahkan padamu
hati yang selalu ingin dekat denganmu
hati yang selalu menyebut indah namamu dalam ukiran tinta emasku
yang kan kupersembahkan untukmu....selamanya....

daku hanya berharap....
berilah daku tempat di sisi hatimu yang tulus dan suci
guna kusimpankan hati rindu ini di sana
di hatimu yang selalu kurindukan ....hingga akhir waktu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar