Kamis, 29 Oktober 2009

Tarzan mencari Jane...

Oleh : Andin Adyaksantoro

Tarzan, diam termenung, duduk di antara dahan pohon yang paling besar. wajahnya menengadah ke atas, ke arah sang rembulan yang tersenyum merekah padanya. Ditatapnya sang rembulan tanpa berkedip, seakan-akan Tarzan melihat wajah Jane, kekasih hatinya yagn telah pergi entah kemana, meninggalkan dirinya yang kesepian. Wajah Jane, tersenyum indah padanya, seakan mengajaknya pergi bersamanya ke langit, rambut Jane yang bergelombang di tiup sang angin malam, menambah kecantikan Jane di mata Tarzan. Tarzan lalu bergegas berdiri sambil tangannya meraih akar pohon sebagai pegangannya agar tidak terjatuh dari atas dahan pohon tersebut. Sang gorilla nampaknya sudaht tertidur lelap, juga kancil dan menjangan, hanya bunyi serangga saja yang masih menyisakan suara lagu merdunya, yang mengingatkan Tarzan, bahwa malam telah larut.
Tarzan masih juga termangu menatap sang rembulan. Dalam kegelisahannya, Tarzan berteriak... Auuuooooo. ... , membangunkan penghuni hutan lainnya, yang terbangun karena teriakan Tarzan. Namun, mereka kembali tertidur lelap lagi. mereka maklum, kalau si raja hutan baru gelisah, karena ditinggal si Jane yang pergi entah kemana...
Sang dewi malam, pelan-pelan beranjak bergeser dari peraduannya, untuk memberi tempat bagi sang bintang berlari berkejaran di angkasa. Sang kelelawar berkejar-kejaran mencari mangsanya, demikian pula dengan serigala malam yang lupa makan pagi, mencari makan di malam hari, buka puasa, barangkali.
Akhirnya, Tarzan, kembali duduk, diam terpekur, entah apa yang dipikirkannya.
Sejak ditinggal pergi oleh Jane, Tarzan, merasa semangatnya berkurang. hal ini juga dirasakan oleh si Singa,yang sering diajak berkelahi oleh Tarzan, untuk sementara waktu, bisa rileks, juga banteng yang sering adu otot dengan Tarzan, juga ikut-ikutan istirahat. Namun, si gorilla yang biasa dicarikan makan oleh Tarzan, jadi senewen, karena beberapa hari, tidak dikasih makan oleh Tarzan dengan buah-buahan, terpaksa dia mencari sendirian, naik pohon buah satu ke pohon buah yang lainnya. Singkat cerita, dengan polahnya si Tarzan, penghuni hutan, ada yang senang, namun ada pula yang tidak senang. Misalnya, si Gajah, yang tiap hari diajak jalan-jalan mengelilingi hutan, terpaksa diam di tempat, tidak bisa piknik lagi, karena kalau piknik, Gajah akan ketemu dengan Gajah betina lainnya yang cantik-cantik, yang sering melambaikan belalainya, sekarang terpaksa tutup buku dulu. Si Monyet kecil yang biasanya digendong Tarzan sambil berayun-ayun, keenakan, terpaksa, sekarang harus bermain ayun-ayunan sendiri, membuat mainan ayunan sendiri, biar terasa berayun-ayun dengan Tarzan di bahunya.

Bersambung.. ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar