Sabtu, 31 Oktober 2009

Lilinku...

Oleh : Andin Adyaksantoro


Lilinku....
redup dan nyaris padam tertiup angin...
namun, kau tetap menyala meski terombang-ambing...
antara keinginan, kemauan dan rasa harapan...

Lilinku....
meski angin sepoi, angin topan maupun badai di angkasa....
berusaha memadamkanmu....
namun, kau tetap berkelit, menghindar bahkan kadang kala kau melawannya...
meski, akhirnya kau pun tetap menyala, walau pun redup....

Lilinku....
terkadang mentari pagi dan sang rembulan tak berkawan setia...
namun, pelangi, mutiara dan berlian masih tetap menjagamu...
meski tak tahu, sampai kapan kau berdiri tegak dan tetap menyala....

Lilinku....
serahkan semua pada yang Maha Kuasa di Atas Sana...
apa pun perjalanan dan lika likunya hidup ini....
tetaplah kau sebatang lilin yang kecil, mungil dan rentan...
berhadapan dengan ganasnya ombak dan laut yang menderu...
membuatmu harus tetap bertahan, meski kau tahu itu sulit bagimu...

Lilinku...
walaupun kau berharap nyala api tetap menyala...
namun, kadangkala harapan tak sesuai dengan kenyataan yang ada...
namun, kau tetaplah bersikap tegar, dan tetap berharap....
bahwa lilinmu tetaplah menyala, meski redup....
menerangi hati yang sedang gundah gulana...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar