Minggu, 25 Oktober 2009

Jangan menangis...

Oleh : Andin Adyaksantoro

Mengapa kau harus menangis...
menangisi yang telah terjadi...
bukankah perpisahan ini yang kau kehendaki dulu...
sewaktu kau pertama kali berkenalan denganku...?

Kau dulu begitu mengacuhkan diriku...
tak mempedulikan permohonan untuk berteman denganmu...
kau justru meninggalkan diriku tanpa senyum di bibir...
namun, kini, saat aku harus pergi darimu...
kau malah mempertahankan diriku agar selalu dekat denganmu...

aku mengerti, bahwa kau telah mulai menyukai diriku...
yang dulu, kau anggap diriku sebagai sampah buangan...
yang tak pantas berteman dengan dirimu yang anggun dan manis...
namun, setelah aku bisa membuktikan, bahwa aku justru sampah yang terbaik...
kini, kau berusaha mendekatiku dengan senyummu yang manis dan anggun...

kini, kau ingin terus bersamaku...
namun, aku tak bisa mendampingimu terus...
karena tugas dan pekerjaanku telah selesai...
maafkanlah aku yang telah membuatmu merindukan diriku...

mungkin....
kita bisa berkirim kabar lewat angin malam yang singgah di pepohonan...
yang memberi kabar tentang dirimu dan tentang diriku...
maaf kanlah aku, yang harus pergi meninggalkanmu seorang diri...

usaplah air matamu yang membuatku terpesona selama ini...
janganlah mutiara yang indah ini jatuh berguguran tiada guna...
masih ada berlian lain yang akan mendampingimu kelak...
yang mampu mengayomi dan melindungimu seutuhnya...
meski berlian pujaanmu kini telah pergi jauh, bersama angin laut nan lalu...

lupakanlah aku, wahai mutiaraku...
karena dengan cara itulah kau dapat tersenyum kembali...
seperti saat kau dipuja oleh berlian-berlian lainnya...
yang merindukan kasih sayang dan belaianmu....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar