Selasa, 20 Oktober 2009

Percayalah..

Oleh : Andin Adyaksantoro


Setelah menerima surat dari kekasihnya di seberang pulau....
seorang pemuda yang kurus..., hitam ....dan keriting...membacan ya dua tiga kali.....lagi. ..
dengan menghela nafas panjang....dia mendesah dan terus mendesah.... gelisah.. ...termangu. ..
surat tersebut ditaruhnya di meja belajarnya.. ., di lihatnya tanpa berkedip... seolah-olah takut suratnya menghilang.. ..lenyap. ...

Tak kuasa air matanya menetes...titik ...demi ...setitik.. ..lama... lama...semakin deras.....
pemuda tersebut menangis.... menyesali dirinya...yang tak pernah memberi kabar kepada kekasihnya.. ..tentang keadaannya yang tidak menentu nasibnya.... di perantauan kini....

dia tidak tega mengatakan dan menceritakan kepada kekasihnya.. ..bahwa hidupnya bukan lebih baik daripada di tanahnya sendiri.....
disini dia harus membanting tulang...dan terus bekerja keras siang dan malam untuk mendapatkan rejeki agar bisa menabung dan membahagiakan kekasihnya nanti.....

Dia tidak menyalahkan kekasihnya yang menginginkan kabar darinya....
namun..., dia merasa belum cukup kuat untuk menceritakan keadaan dirinya saat ini....
dia ingin membuat kejutan ...suprise.. .buat kekasihnya di sana....
pulang membawa oleh-oleh dan cincin perkawinan.. .buat mereka berdua....

Kini ...dia hanya duduk bersandar... .dan tidak tahu apa yang harus diperbuatnya lagi....
Dia hanya berdoa...., kalau kekasihnya itu adalah jodohnya.... , pasti tak akan lari...
namun..., bila tidak...., biarlah dia mendapatkan jodohnya ...yang melamarnya.. ..
mudah-mudahan yang melamarnya.. .dapat membahagiakan kekasihnya.. .bila itu jodohnya

Lalu dilipatnya surat tersebut dengan pelan dan hati-hati...
kemudian didekapnya di dadanya...yang masih bergemuruh.. .oleh desakan suara yang tak keluar satu butir pun....

dia masih bertelanjang dada...., selepas pulang dari tempatnya mencari nafkah..
diusapnya air matanya....perlahan ....sangat perlahan....

Aku harus menulis apa padanya....aku tak tahu....? tapi surat ini harus kubalas dengan segenap cintaku padanya....aku merindukannya jua ...., tapi aku tak bisa pulang.... dan menceritakan segalanya kepadanya... .aku telah meneken kontrak kerja ....

Baiklah...., khan kutulis surat balasan padanya....
tunggu aku sebulan lagi ....kasih... ., aku khan pulang dan kau khan kulamar.....

Aku cinta padamu....dan tak akan pernah menduakan dirimu....percayala h....kekasihku. ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar