Selasa, 20 Oktober 2009

Lomba Puisi...

Oleh : Andin Adyaksantoro


Paimin dan Paimo adalah teman akrab..., kemana-mana mereka berdua....

Mereka mengagumi seorang wanita yang bernama Painah...

lalu mereka sepakat untuk membuatkan puisi bagi Painah yang akan dirikimkan ke Painah lewat temannya si Paino..., tuk menentukan mana yang disenangi oleh Painah....

Puisi buatan Paimo....

Painah..., kau cantik..., hidungmu mancung...tapi ada yang agak sedikit masuk ke dalam...
kamu seksi, namun kau agak gembrot sedikit, maka dari itu...jangan terlalu banyak makan...
Datanglah ke rumahku...., akan kusediakan sup buah-buahan dan nonton televisi bersamaku... , namun kalau siang hari saja..., karena kalau malam hari..., aku sudah mengantuk... , kau sebaiknya datang...., bukalah kacamatamu.. .yang hitam dan sudah tidak kinclong lagi itu...., kau khan melihat diriku...
aku pujanggamu.. ..aku idolamu...., maka dari itu kemarilah... .

dari Paimo...yang selalu ingin bersamamu... .

&&&&&&


lalu puisi Paimo diamplopi dan dilem dengan sebutir nasi kemarin malam...dan dikirimkan ke Painah lewat Paino....

*****

sedangkan Paimin membuat puisi juga untuk Painah....

Painah ....yang kukagumi.... siang dan malam....
aku ibarat api yang tak pernah menyala tanpa gesekan darimu..., tanpa kedipan dan senyumanmu.. ..
aku ibarat pelari yang tak kuat lari tanpa adanya tulang di punggungku tuk dikejar si anjing nakal....
peganglah tanganku..., rasakan getar nadiku..., getaran cinta yang melonjak dan bergelora...
getaran yang tak kan pernah pupus atau terhenti tanpa sentuhan hatimu....
kemarilah... dan pandanglah diriku...., aku hanyalah seekor kupu-kupu yang merindukan sari bungamu...aku haus akan belaianmu... .

aku yang merindukanmu. ... Paimin...

@@@@

lalu surat itu pun di amplopi dan disemprot dengan minyak wangi yang semerbak..
lalu di lem dengan lem yang harum dan dilipat hati-hati sekali...seperti takut robek...

kemudian diserahkan ke Paino untuk dikirimkan ke yayangnya... .Painah.. .


Nah..., silahkan kometar..., siapakah yang bakal terpilih ? salah satu terpilih atau malah keduanya sama sekali tak terpilih oleh Painah... ? hanya waktu yang menentukan.. .dan menjawabnya. ...

terima kasih...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar