Sabtu, 28 November 2009

Puisi: Terdiam

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Tetaplah cintai diriku
kaulah genggaman jemariku
yang tak kan kulepaskan
dari hatiku yang merindukanmu

Meski satu detik adalah sehari bagiku
dan satu menit adalah sebulan bagiku
karena aku telah tertawan oleh senyum manismu
yang akrab dengan tawa dan candamu yang puitis

Lama aku memikirkanmu
bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu
padahal seawalnya aku hanya ingin berkawan denganmu saja
namun akal pikiranku telah merubah segalanya
kau adalah pilihan hatiku yang terindah

Kini kuserahkan keputusannya padamu
apakah kau pun juga cinta kepadaku
atau hanya sekedar pelepas lelahmu yang pernah tertinggal
saat aku mendekatimu dulu
yang akhirnya kulepaskan tanpa syarat

Lebih kini lagi
kau tidak juga mengatakannya padaku
meski aku berusaha untuk mengingatkanmu
untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaanku
namun jawabanmu hanyalah senyum manismu belaka
yang membuatku semakin linglung padamu

Lebih terkini
kau lari mendekatiku
namun tak jua meraih dan tak juga melepasku
menawan hatiku hingga aku tak kuasa berteriak memanggilmu
hanya untuk menyebut tiga kata yaitu Cintakah Kau Padaku

Samar tak terdengar suara itu
suara yang kurindukan
suara yang lama tak pernah kudengar
kau tetap diam membisu, hening dan tak menjawab

alam pun kembali sunyi, senyap dan sepi
redup
samar
terdiam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar