Jumat, 20 November 2009

Puisi : Bunga Melati kini telah layu...

Puisi :
Oleh : Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Bunga melati ini kuperuntukkan buatmu....
yang kusunting dari taman bungaku...
putih...indah ...dan berseri...
bagaikan wajahmu yang cerah dan bersinar...

Teruslah memandangku dan memperhatikanku...
membuatku terpesona dan menjadi manja padamu...
seperti saat-saat kita jumpa pertama dulu...
sewaktu kau malu-malu bertemu denganku...

Kini....
dua puluh tahun kita tak berjumpa...
waktu yang terus bergulir melupakan sejenak kenanganmu...
yang indah, namun terasa samar....
karena kau bukan milikku saat itu dan kini....

Tetaplah menatapku dengan lembut...
ingatlah saat kau bercanda dengan kawan-kawanku...
yang berusaha meraih hatimu tanpa diriku disampingmu...
namun kau tetap mempedulikannya...., aku terluka....

Saat itu, bukanlah hari baikku...
kumeninggalkanmu tanpa pesan dan kesan darimu...
begitu dingin dan diam, kumemandangmu....
lalu kupergi dan tak pernah kembali lagi padamu...
karena aku telah terluka melihat kawanku ada disampingmu...
tanpa kau pedulikan diriku yang tercenung terpana memandangmu...

Saat itu....
kumenyadari semua itu hanyalah impianku belaka...
impian yang hanya akan melukai hatiku...
dan aku tak ingin bermimpi lagi tentangmu....
juga tentang mentari dan rembulan yang turut bersedih...

Kini...
Kau menemukanku dalam nuansa yang berbeda...
ada batas antara harapan dan kenyataan...
ada kepedulian yang tak berpadu...
meski sesaat kuminta waktu untuk bermimpi tentangmu...
tetapi tetap tak ada jawab dari atas langit...
sunyi....sepi....hening....dan hampa....
terasa mencekam dalam dadaku...

Bunga melati....
meski putih, ternyata di dalamnya berwarna abu-abu...
antara keterbukaan dan ketertutupan...
yang tak kan mungkin mencair dan meleleh...
meski lilin tetap berkobar....,namun tetap redup...dan pudar...
pelan tapi pasti...
entahlah...

Bunga melati kini telah layu...
terhempas dan terbang bersama sang bayu yang berlari mengejar bayang mega...
meliuk dan berkelok mengikuti tarikan nafasku yang mendesah putus ....
menatapmu tanpa berkedip penuh harap....
namun kau tetap berlari mengejar bayang dan asamu sendiri...
melepasku pergi tanpa kata...
membiarkan ku sendiri tanpa satu pun kata menemaniku...
seperti saat ku bertemu denganmu dulu...
kenangan yang terulang kembali dalam keabadian yang hilang...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar