Rabu, 25 November 2009

Puisi: Redup dan akhirnya hilang...

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

memandang jauh berandai-andai....
berjalan jingkrak tak terdengar....
tersenyum kerut tanda tak tersampai...
meraih dedaunan yang kering berlalu sepi...

Kerut wajah nampak terpandangkan jelas....
alis mata menjulang tinggi menggapai rumput hitam...
menunduk lesu berpegang sendi nadi....
lemah tak berdaya dalam kerinduan hampa....

asa tinggal satu terputus-putus...
menatap langit yang bernuansa putih...
kilat cahaya menyambar tak tahu kemana...
bercanda dengan Malaikat menyapu mendung....

mengaduh tak terdengar lirih menggayut alam...
berharap kau hadir dalam relung hati yang indah putih...
warna pelangi tak terjangkau lengan halus....
menutup mata dalam kerinduan terdalam....

Tetes air pelepas dahaga telah kering dan tandus...
bunga melati dan mentari menangis sedih...
mengantar kepergianmu dalam setapak cinta....
yang hilang dalam cita di bukit yang terjal...

tak ada suara...
tak ada kasih...
tak ada sinar...
redup dan akhirnya hilang teraih mimpi yang indah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar