Senin, 30 November 2009

Puisi : Kugenggam jemarimu

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

detik terus berjalan ke menit
menit berjalan lagi ke jam
jam berlari lagi menuju ke hari
waktu terus berjalan menyusuri detak jantungku

Apakah waktu akan mengubah sikapmu kepadaku
apakah hatimu akan tetap seperti batu karang yang kokoh
tak lagi mau menerima hatiku yang kerdil ini
yang tak malu untuk menyapa ringan padamu

Kucoba untuk merengkuh bayang-bayangmu
agar kudapat duduk bersama mimpimu
bercanda dan tertawa bersama
menebar kerinduan dalam jaring asmara dihatimu

Wajah dan senyum mu tetaplah dingin
sedingin puncak es di kutub utara
dan sebeku beruang es di laut atlantik
bila bertemu dan bertatap suara denganku

Mengapa kau begitu berubah kepadaku
apakah ada yang membuat hatimu terluka
atau apakah ada rasa yang membuatmu sebel kepadaku
hanya kau yang tahu, ceritakanlah padaku

Kau tetap diam membisu
menatapku dan terus menatapku lagi
membuatku takut dan tak bergeming dari hadapanmu
apakah kau ingin pergi dariku?

Janganlah berkata tinggalkan diriku
janganlah berkata mundur padaku
tetaplah disampingku bersamaku
berdua dan tetap berdua bersamaku
meraih hari esok yang lebih cerah

mari kugenggam jemarimu yang lembut
juga tanganmu yang halus dan putih
kan kuraih hatimu yang terindah
agar kau tetap hangat bersamaku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar