Senin, 16 November 2009

Motivasi : Mengapa harus bersedih terus...

Motivasi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Kadang anda mengalami suatu kejadian atau peristiwa yang membuat anda bersedih. Hati terasa tersayat, dan berduka. Bahkan, kadangkala bersedihnya dalam waktu yang lama, dikarenakan anda tidak bisa melupakannya.
Misalnya, karena patah hati diputus oleh sang pacar, atau karena anda ditinggal pergi oleh yang anda cintai.

Memang terasa berat hati anda, karena cinta anda diputuskan oleh sang pacar, padahal anda benar-benar mencintainya.

Kadangkala anda perlu introspeksi diri lagi, mengapa anda ditinggalkan oleh sang pacar. Mungkin, karena hati anda mendua dengan yang lain, atau karena anda terlalu cemburu buta, atau karena anda terlalu kasar pada sang pacar, tidak mau mengerti akan dirinya, dan sebagainya.

Yang jelas, ada sesuatu hal yang membuat sang pacar anda berani memutuskan hubungan antara dirinya dengan anda, sehingga membuat anda patah hati dan bersedih.
Demikian pula, dengan masalah bersedih lainnya, misalnya ditinggal pergi oleh yang anda cintai.

Hampir sama semua kesedihannya, hanya saja, kalau patah hati, bisa kembali rujuk atau ada pendekatan baru lagi, namun apabila ditinggal pergi oleh yang anda cintai, maka kemungkinan yang anda cintai tidak akan kembali lagi kepada anda. Jadi bobot dan korelasinya berbeda, namun perihalnya sama, yaitu bersedih karena ditinggalkan oleh yang anda cintai.

Lalu, mengapa setelah anda tahu permasalahannya, anda harus bersedih terus ? apakah kalau bersedih terus itu akan mengembalikan dia kepada anda lagi ? belum tentu, kecuali kalau anda setelah itu mau introspeksi diri, kemudian setelah mengerti akan kesalahan anda sendiri, maka anda akan berusaha memperbaikinya dengan cara merubah sikap anda, setelah itu, dekati dia lagi, dengan sikap dan perilaku yang lebih baik dari yang kemarin, saat anda diputuskan cintanya oleh sang pacar.

Dekati lagi, perlahan namun pasti, dengan cara yang terbaik menurut anda, misalnya dengan diawali permintaan maaf padanya, dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan anda yang membuat sang pacar kecewa dan sakit hati.

Teruslah berusaha, maka kemungkinan hati sang pacar pun akan luluh dan mencair, sehingga kemungkinan anda akan diterima lagi di hatinya akan tercapai atau berhasil sebagaimana tujuan mulia anda sebelumnya.

Permasalahannya, apabila anda sudah mendekati, ternyata dia tetap pada pendiriannya, untuk tidak mau berhubungan asmara lagi dengan anda, maka ya sudah, anggap saja itu bukan jodoh anda, namun setidak-tidaknya anda telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencobanya sekali lagi. Ingat Pemeo, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Ini awal daripada suatu kemenangan anda.

Dan, setelah anda tidak bisa lagi berdekatan dengan dia, sang pacar, anggap saja mantan sang pacar anda sebagai teman atau adik anda, yang perlu dilindungi dan dimanja, jangan lalu diputuskan tali silaturahminya, karena bagaimana pun, anda pernah menempati hatinya dan sebaliknya, dia pun juga pernah menempati hati anda yang seindah mentari pagi.

Permasalahan lain, apabila anda telah ditolaknya, apakah anda harus bersedih terus ? Jelas, itu kebiasaan yang kurang baik. Tetaplah tersenyum, jangan bersedih terus, mungkin itu bukan jodoh anda, kalau pun dipaksakan, malah bisa-bisa hasilnya kurang baik di masa mendatang. Misalnya, terjadi perceraian, atau terjadi hal-hal yang tidak semestinya dilakukan oleh suami atau istri yang baik, misalnya terjadi perselingkuhan, dan lain sebagainya.

Mengapa harus bersedih terus ? Bukankah Tuhan memberi kita waktu 24 jam sehari, untuk dipakai dengan sebaik-baiknya, semaksimal dan semanfaat mungkin.
Lalu, mengapa harus kita pergunakan waktu yang panjang dan lama tersebut hanya untuk termenung, bersedih dan sejenisnya ? bukankah ini akan membuang-buang waktu yang sia-sia, waktu yang dapat anda manfaatkan atau anda pergunakan dengan sebaik-baiknya?

Daripada waktu dipakai untuk bersedih, maka lebih baik, pergunakanlah waktu tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat, misalnya menjenguk teman-teman yang bersimpati pada anda, memupuk dan meningkatkan tali silaturahmi, mengerjakan hobi yang pernah tertunda, karena dulu, waktu anda hanya anda pergunakan untuk pacaran saja, atau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain, yang ringan maupun yang berat, yang dulu belum pernah disentuh, kini coba anda sentuh lagi, misalnya, dulu anda menginginkan mengerjakan membuat taman yang indah, nah, setelah anda mengalami kejadian yang menyedihkan tersebut, daripada larut dalam kesedihan yang tak pernah berhenti, lebih baik, kembali menekuni pekerjaan lama lagi, yaitu membuat taman yang indah, siapa tahu, energi kesedihan anda akan tercurahkan dalam pembuatan taman yang indah, sehingga tamannya tampak lebih cepat selesai dan hasilnya nampak bagus serta indah, karena dibuat dalam suasana yang haru, suasana yang penuh dengan kesedihan.

Buang jauh-jauh rasa sedih itu, dan gantikan dengan rasa senang, gembira dan riang. Awalnya, memang sulit, namun dengan perlahan-lahan dan dengan kepasrahan serta optimisme yang masih ada, seiring dengan berputarnya waktu, lama kelamaan, kesedihan tersebut berangsur-angsur akan hilang dengan sendirinya, tergantikan oleh rasa yang lain, misalnya rasa adanya kesibukan, rasa adanya kegiatan rutin sehari-hari, rasa pingin bekerja lagi, rasa ingin melupakan kesedihan yang lalu dan rasa-rasa yang positif lainnya.

Kesedihan tidak akan hilang, bila anda tidak berusaha menghilangkannya. Semuanya berpulang kepada anda sendiri lagi.
Bagaimana ? lupakan kesedihan. Mulai sekarang. Jangan bersedih lagi.

Terima Kasih..., sukses slalu...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar