Minggu, 15 November 2009

Motivasi : Sukses...

Motivasi :
Oleh : Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Setiap orang mempunyai keinginan untuk sukses atau berhasil dalam karier, hidupnya, atau cita-citanya. Hal ini bukan merupakan isapan jempol belaka atau sekedar guyonon atau humor, namun memang sebenarnya demikian.

Ini bisa kita lihat, saat setiap orang yang ditawari suatu pekerjaan, kalau ditanyakan mengenai keinginannya bekerja di tempat tersebut, adalah untuk mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan sesuatu hasil yang dapat dibanggakanannya, baik kepada dirinya sendiri, pacarnya maupun keluarganya.

Kemudian, apabila ditanyakan lebih lanjut mengenai keinginan terbesarnya, pastilah jawaban terakhirnya adalah kesuksesan atau sukses. Tidak ada yang menjawab ingin gagal atau di PHK.

Ini memperjelas keyakinan kita, bahwa setiap orang menginginkan kehidupan yang lebih baik dari pada sebelumnya, yaitu sebelum dia bekerja.

Ini juga bisa kita lakukan pada siswa SMP yang ingin melanjutkan sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu SMA / SMU. Apabila kita tanyakan, ingin kemana adik melanjutkan sekolahnya ? Rata-rata akan menjawab ke sekolah yang terfavorit di kotanya atau di Propinsinya, misalnya SMAN I Teladan di Yogyakarta, atau SMAN 3 Padmanaba di Yogyakarta. Jarang yang menjawab ke sekolah lain yang kurang terfavorit, kecuali dia sudah mengukur kemampuan dirinya sendiri, namun rata-rata setiap siswa akan optimis menjawab yang demikian.

Rata-rata siswa memang ingin melanjutkan ke sekolah yang nantinya dapat menghantarkan dirinya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan pada akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik menurut dirinya sendiri, misalnya ingin menjadi dokter spesialis, atau jadi Dosen yang bergelar Doktor atau menjadi ahli hukum yang handal, misalnya jadi Jaksa, Pengacara atau menjadi pengusaha yang sukses.

Intinya, mereka sudah menempatkan dirinya pada porsi yang lebih tinggi dari kedudukannya yang sekarang.

Keadaan ini memang akan menjadikan persaingan yang lebih kompetitif dibanding apabila semua orang pesimis dengan masa depannya. Orang yang optimis selalu memandang setiap persoalan adalah tantangan yang perlu dijawab dan dihadapi, apa pun bentuknya, bahkan kalau pun tidak ada tantangan, mereka sendiri yang akan mencari tantangan dan mengelolanya dengan baik dan bertanggung jawab serta terhormat dan bermartabat.

Maksud dari kata-kata bertanggung jawab secara terhormat dan bermartabat adalah bertanggung jawab terhadap segala perbuatan yang dilakukannya, dengan cara-cara dan sikap yang terhormat, misalnya dengan persaingan yang sehat, tidak main curang dsb, serta bertanggung jawab secara bermartabat, maksudnya segala perbuatannya disesuikan dengan porsinya.

Misalnya, kalau bapak tukang bakso berjualan bakso, maka dia tidak akan bersaing dengan bapak tukang soto, karena jelas berbeda rasa dan masakannya. Jadi bapak tukang bakso akan bersaing dengan bapak tukang bakso yang lainnya, baik dari cara pelayanannya, penyajiannya, rasa dan bumbunya serta cara memasaknya, agar para pembelinya puas dan mau membeli dagangannya, tanpa harus disertai dengan cara-cara yang tidak sehat atau tidak logis. Sehingga maksud di sini adalah disesuikan dengan hak dan kewajibannya.

Sukses bisa diperoleh dengan cara :

1. memacu diri sendiri, semaksimal mungkin, memotivasi diri sendiri bahwa kita bisa, mampu dan yakinkan itu dalam diri kita sendiri, hingga kita merasa, bahwa kita mampu dan bisa mengatasi permasalahan yang ada atau tantangan yang ada.

2. Berkreasi sendiri dengan tantangan yang ada, dikelola rasa tantangan tersebut dengan sebaik-baiknya, agar kita tidak stress, tegang atau gugup, melainkan dinikmati dengan cara menerima tantangan itu dan kerjakan atau bertindak untuk diselesaikan, jangan ditunda-tunda, karena semakin kita menunda suatu pekerjaan, justru malah akan merugikan kita sendiri, baik waktu, tenaga maupun pikiran.

3. Bertanggung jawab, maksudnya, pekerjaan harus segera kita selesaikan dan selanjutnya kita serahkan hasilnya kepada yang memberi kita pekerjaan, dan berdoa semoga sukses atas jerih payah yang telah kita kerjakan tersebut.

4. Pasrah, artinya, menerima segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang telah kita selesaikan itu, apa pun hasilnya. Kalau baik, kita bisa memacunya lagi, untuk lebih baik di masa yang akan datang, namun bila buruk, maka kita harus segera memperbaikinya dan berusaha lebih baik lagi di masa yang akan datang dan tidak terjadi kesalahah lagi untuk pekerjaan yang sama.

5. Berdoa, maksudnya, setelah semua pekerjaan diselesaikan, tunggu hasilnya dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta ini, semoga hasil yang telah kita kerjakan, dapat diterima dengan baik, baik oleh pimpinan kita atau dari orang lain yang memesannya, apabila kita seorang penjual atau pengusaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa atau barang.

Apabila cara ke satu hingga ke lima cara ini kita kerjakan dengan baik, tunggu hasilnya, nanti kita akan dinilai, baik atau buruk, cepat atau lambat pengerjaannya. Kita ibaratkan diri kita adalah penjual atau pelayan, sehingga kita membutuhkan pelanggan, yang mau berlangganan dengan kita secara terus menerus, bahkan kalau bisa, meningkatkan pelanggan kita sebanyak-banyaknya.

Itu semua tergantung cara kita melayani atau memberikan servis yang terbaik buat mereka.

Ucapkan terima kasih, apabila kita telah selesai memberikan layanan kepada pelanggan.

Semoga sukses...! Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar