Jumat, 12 Maret 2010

Puisi: Sepoi angin malam

Puisi: Sepoi angin malam
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 12 Maret 2010


Derai rintik hujan terus mengalir ke bumi
menginjak relung hati yang terpuruk lara
mengintai dalam remangnya pagi yang samar
menyingkap tabir kerinduan yang tergoda

Adakah rintik tangis hati indahmu menggapaiku ?
adakah kata sapamu memanggil namaku...?
yang kudengar hanyalah nafas harum mu yang menghela
memanjakan hari-hari indahku bersamamu...

Sepoi angin malam terus mangalir mengikuti suara merdumu
berhembus lirih dalam kesenyapan nan nyata
dalam bilik dinding yang menguntit rasa sepi
dalam temaramnya sang lilin kecil yang redup bersendi

Inikah rasa yang ingin kau ungkapkan di hatiku ?
inikah perasaan mu padaku ...yang tergapaikan oleh asamu...?
Aku tak mengerti ....
aku juga tak memahamimya....

Biarkanlah sang waktu bercerita sendiri
biarkanlah detak jantung ini berdenyut sendiri
karena hatimu ...untuk siapa...aku sendiri tidak tahu...
entah ...apakah untuk ku ...atau untuk siapa...aku tak tahu...

Jalan ini masih panjang untuk dilalui...
persimpangan ini masih membingungkan untuk dilewati...
biarkanlah sang bayu yang kan menitinya...
biarkanlah rintik hujan terus merintih dalam dinginnya malam...
asalkan dirimu tetap merindu padaku ....yang menunggumu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar