Minggu, 21 Maret 2010

Puisi: Malam semakin larut

Puisi: Malam semakin larut
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Yogyakarta, 22 Maret 2010


Malam semakin larut berputar
menyusuri keheningan malam yang semakin pekat
menerawang kegelapan yang terasa dingin menyepi
menembus batas kehidupan yang terasa sunyi

Sepoi angin malam berhembus lirih
meneduhkan dedaunan yang berbisik perlahan
bergesek perlahan dalam tarian yang merenda biru
bersama gemirisiknya dahan dan ranting yang saling merindu

Serangga malam mulai menarikan kehidupan rutinnya
mencari sesuap nilai kehidupan yang dinantikannya
'tuk bertahan dari gemuruhnya ombak di laut
'tuk berdiri kokoh dalam gemetarnya kaki yang terunjuk lara

Batas kehidupan nyaris pudar dalam lingkaran asa
menembus nuansa alam yang berputar lirih ...mendesah
menggapai harapan nan tak kunjung datang
menyongsong sinar mentari pagi yang tak kunjung padam

Apakah hati ini masih tersentuh olehmu
apakah kerinduan ini masih kau abaikan jua
adakah jiwa yang dirasuk asmara masih menantiku
ataukah rasa ini telah terabaikan oleh sang waktu yang berlari perlahan...
hanya dirimulah yang bisa menjawabnya...lewat nyanyian kecil sang bayu...

Aku hanya bisa menunggu dalam penantian yang berharap
berharap cahaya mentari pagi kan menghangatkanku
berharap cintamu hanya untukku semata...
namun....apakah rasa optimis ini hanya ada pada diriku
tanpa bisa kau rasakan dalam keheningan malam yang semakin melarut....?

Aku tak bisa berharap banyak....
aku tak kuasa memandang sang rembulan yang tersenyum indah padaku
yang kubisa hanyalah...memandang hati dirimu yang bergetar lirih
saat kau tersenyum indah padaku....saat ku pandang dirimu tanpa berkedip...
itulah kebahagianku yang dapat kuraih saat ini...saat kau tiada disampingku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar