Kamis, 25 Maret 2010

Puisi: Berharap

Puisi: Berharap
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Jakarta, 25 Maret 2010


Kenangan lama kembali mengusik kalbuku
saat kau menyentuh rasa hati ini
yang lama terdiam dalam keterpekuran
yang lama tak bersuara lirih lagi...
hening sesaat....

Memang diri ini telah berubah...
merubah wajah pelangi menjadi wajah mentari
yang kadang tersedu...kadang terhanyut lara...
menyusuri liku-liku air yang mengalir dalam keheningan

Mungkin kau telah salah memahami arti makna ini
atau mungkin pula ...kau telah melupakan diriku
karena lama daku tak bersua dengan sang mentari pagi
lama tak mendengar sang bayu berlari semilir dalam senyap

Debur ombak telah lama hilang dari ingatanku
lambaian pucuk pinus pun telah lama tak kupandangi lagi
semuanya terasa asing dalam keterpasungan yang sepi
melenggak lenggok dalam keterdiaman yang panjang...

Kuharap kau mau menatap sang Pelangi yang berpendar
menengok lerang persawahan yang mulai menguning
atau memandang rerumputan hijau yang mulai segar kembali
diterpa sang embun pagi yang turun rintik dalam kesejukannya...

Hati ini telah lama memendam rasa diam yang luruh
hati ini telah membeku dalam dinginnya warna dedaunan
kubiarkan terlena dalam kepulasan yang menjemukan
agar kudapatkan rasa bahagia dalam diri yang terdiam sepi...

Tak ada lagi senandung rindu di dada ini
karena dirimu telah lama tak menyentuh kalbuku
karena rengkuhanmu telah lama terlepas dari jemariku
kau biarkan daku terdiam dalam penantian sepi yang tanpa ujung pangkal...
dan ...aku hanya bisa pasrah dalam ketermenungan ...lirih...

Satu yang tak dapat kuraih dari dirimu
rasa indahnya awan putih yang berarak...
lembutnya belaian sang bayu yang menari di lengan kokohku
juga senyum mentari pagi yang menghangatkan diri
kini ...semuanya telah lenyap dari bayang mimpiku
mungkin...tak ada lagi kesempatan kedua ....bagiku....

namun..., aku tetap berharap...masih ada kesempatan kedua ...bagiku...
untuk membuktikan rasa rinduku padamu....
agar kau mau mengerti...betapa hati ini telah menjadi milikmu
meski jauh di mata...namun...terasa dekat di hati....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar