Rabu, 31 Maret 2010

Puisi: Di Pantai yang tak bertepi

Puisi: Di Pantai yang tak bertepi
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Jakarta, 31 Maret 2010


Mentari pagi telah melangkah hadir
menghampiri embun pagi yang dingin
mengusap lembut dedaunan hijau yang segar
membelai hangatnya rerumputan yang tumbuh ceria

Hati ini telah merajuk asa
tersipu dan manja memeluk diri
meraih keindahan yang mempesona
terurai dalam keheningan yang mengggapai

Senyum cantikmu telah mengibarkan bendera semangatku kembali
meraih semua khayal dan anganku yang terbang melayang
menyatu dalam kelembutan yang menawan
mengkristal dan membeku ...merajut kerinduan diri

Untaian mutiara kata telah kuperolah darimu
semangat 'tuk terus melangkah ke arahmu telah kudapatkan
meski samar kudapatkan rasa sentuhan darimu
namun...itu sudah cukup bagiku untuk terus melangkah maju...

Memang ....khayal ini semakin berputar dalam lingkaran diri
membuat diriku semakin bergelora dalam rasa ini
rasa yang semakin membungkus kalbuku
menepis rasa sepi yang lama kutorehkan di dada
hilang tanpa rasa sunyi yang menghimpit lagi...

Kenapa diri ini terpasung dalam asmara yang membara
mengapa hati ini terus berpijar dalam pusaran merindu
yang dulu selalu kuabaikan dan kujauhi ....
agar tak tersentuh oleh rasa yang kupendam erat-erat....

Kini ...kubiarkan rasa itu berlari sendiri
terbang melayang dalam angan yang lepas
tanpa sandaran hati yang meluap riuh
kubiarkan terlena dalam kesendirian yang tersampirkan....

Seandainya diri ini masih seperti Pelangi yang berpendar
yang kemilau dalam cahaya yang temaram...
mungkin... daku kan meraih jemari impianmu
namun...Pelangi itu kini tak berpijar lagi....dalam sepi...

Rasa ini sudah lelah untuk berlari lagi
seperti saat rerumputan masih menghijau
yang ceria dan bersemangat melaju
namun...rasa ini telah luruh dalam pasungan diri....

Tetaplah dirimu bersemangat...
biarkan daku tersendiri dalam sepi
agar senyum indahmu bisa kutatap dalam kebanggaan diri
yang tak kan pernah hilang dalam relung kalbuku....

Biarkan daku jauh dari dirimu...
mungkin...ini yang terbaik bagiku ...juga bagimu...
agar Pelangi dan mentari tetap bersinar ceria
seperti saat burung Camar terbang melayang tinggi...di pantai yang tak bertepi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar