Kamis, 11 Maret 2010

Puisi: Dalam dekap asaku

Puisi: Dalam dekap asaku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 12 Maret 2010


Sapa ramahmu telah menghentikan gejolak jiwaku
sapa senyummu telah meruntuhkan keegoisanku yang menderu
luluh lantak dalam deburan ombak yang berlari ke pantai
menghentikan jejak langkahku yang berjalan ke arahmu

Dulu...kupikir dirimu tak peduli padaku
dulu ...kurasakan ...tak ada sentuhan lembut di jemarimu
dulu...aku hanya merasakan keegoisanmu semata
tanpa rasa kasih dan tanpa rasa sayang ...kepadaku...

Kini...rasa itu telah punah dan tak terjejak lagi
kini...rasa itu menyentuh kalbu keinginanku ...padamu...
rasa yang belum pernah menyentuh relung dinding hatiku
yang selalu menggoreskan pena di hati indahmu...

Mengapa baru sekarang ...kusadari semua itu...
tak kala daku mulai menjauh dari dirimu
tak kala daku mulai melupakan dirimu
yang kini...lahir kembali rasa itu ....terhadapmu...

Apakah ...rasa ini kan abadi selamanya...
ataukah ..hanya sepintas lalu saja...
saat sang bayu berhembus lirih di senja temaram...
saat sang mentari pagi melangkah perlahan ke rerumputan hijau yang mengering...

Mungkinkah...dirimu memang merindukan daku...
atau kah hanya merupakan permainan hatimu kepadaku saja...
yang mendambamu...
yang mengharapmu ...tuk ada disisiku...

Aku tak tahu...
mengapa baru kini kurasakan rasa itu kembali
setelah sekian lama daku menantimu
setelah sekian lama ku berjuang untuk meraih hatimu
yang pernah ada di hatiku yang memujamu...

Baiklah...
biarkanlah sang rembulan terus berpendar dalam keinginan hatinya
biarlah sang bayu terus berlari dalam hembusan lirihnya...
asalkah dirimu masih berharap padaku....ku kan menantimu ...
dalam dekap asaku...yang tersemaikan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar