Jumat, 26 Maret 2010

Puisi: Paku Waktu

Puisi: Paku Waktu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Jakarta, 26 Maret 2010


Sahabatku.....
Lama sudah kita tak bersua dalam cerianya angin pagi
lama kita tak menemui sang mentari siang nan cerah
dan lama pula kita tidak saling memandang sang dewi malam
yang menanti kehadiran kabut putih yang membayang...

Terasa keterdiaman ini menjadi paku waktu yang membisu
hening tanpa nyanyian sang burung Murai di pelepah dedaunan
yang bersenandung nyaring tanpa rasa ragu ...
menatap sang awan yang tersenyum manis padanya....

Kehampaan udara terasa menyengat dalam dada
membasahi rongga kalbu yang tercenung diri
menguatkan nada-nada irama yang bercermin sutera
menautkan bait-bait lagu yang bersolek indah
dalam keharmonisan suara yang mengalun merdu...

Irama nada langkah kehadiranmu telah mulai kurasakan
menyentuh perlahan dalam relung hatiku yang mengagumimu
meniti buih ombak laut yang tergerai buyar
menghentikan langkah lamunanku dalam melangkah ke arahmu

Kehadiranmu telah membangunkan mimpi indahku pada bayangmu
menorehkan senyum manis yang lama tak terpatri dalam dadaku
membuat nuansaku sejenak menghilang ...berlalu...
menembus ujung jemari hatiku yang terhanyut karenamu...

Rambutmu yang tergerai indah telah melemahkan sendi jantungku
meluruhkan keegoisanku yang memupuk kasmaran yang terpana lirih
menantikan sejenak pesona dirimu yang terabaikan
merengkuh jiwa kerinduan yang menghampar di pelupuk mataku
dalam keindahan rona wajah yang menawan hati ku...
yang dilanda rasa sayang saat memandang dirimu...

Sahabatku....
Hati ini sudah terpaut erat dalam dirimu
tak lagi tergapai rasa asa yang merajut
tak lagi ada luka di dada yang mengalir...
yang ada rasa bahagia bisa memandangmu...
dalam rasa indah yang membayang mimpi-mimpi elokku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar