Kamis, 11 Maret 2010

Puisi: Dikau selalu menghilang

Puisi: Dikau selalu menghilang
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 11 Maret 2010


Langkah perlahan ku terhenti sejenak
saat ku rangkai kata hati yang tak tertaut
terdiam dalam sejuta tatap
terkecap saat jemari hati terkejap lirih

Sejuntai pucuk pinus terus bergoyang pelan
melambai pada pucuk cemara yang tersenyum simpul
berhembus dalam semilirnya sang bayu yang terlena
merunduk pada kidung lelap yang melenakan diri

Mengapa hati ini terus berbisik mesra saat kau ada di depanku
meski ku ragu untuk menyapamu...
namun...hati ini terus berseru memanggil namamu
nama yang indah ...nama yang selalu kurindu saat terlelapku tiba

Rambutmu yang terjurai luruh sebahu
telah merontokkan jantung hatiku yang terpaut
meluruhkan hati yang tegar menantang
membelokkan asa yang nyaris tak tergapai....

Binar bola matamu telah membuatku tak berdaya memandangmu
saat rekah senyummu meluncurkan bisik mesra ke telingaku
memendam rindu yang tersemaikan dalam lara
menggoyangkan rasa 'tuk selalu menatap lembut dirimu

Apakah rasa ini hanya ada pada diriku semata
ataukah ...rasa ini juga ada pada dirimu
yang selalu kupandang dengan harap mesra
yang selalu kunanti dalam temaramnya sang rembulan malam...

Pijar-pijar cahaya sang surya telah menautkan kata hati
'tuk selalu ingin berjumpa dengan mu
namun...waktu seakan tak mau bersahabat denganku...
dikau selalu menghilang...disaat ku merindu padamu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar