Kamis, 17 Desember 2009

Puisi: Terlena diriku

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://Pelangipelangiku.blogspot.com/


Terlena diriku memandang bunga Teratai yang mengembang senyum
melepas pergi dalam permukaan kaca yang bening dan sejuk
melandai curam yang terpaku pada keindahan pohon Pinus yang rindang
memacu nuansa baru dalam temaramnya lampu lilin yang redup

Gelisah hatiku menatap lembut fotomu yang nampak kumal
tergores sang waktu yang berlari memacu dalam kesenduan
menghela nafas yang terputus dalam keheningan sang Mentari
Merayap pelan dalam nada sendu yang terhalang...

Mengapa hati indahmu tak jua mau bersahabat dengan relungku
yang memanggil namamu dalam sayup samar diantara bunga mawar yang elok
yang menutup sendi nadiku yang terbakar karena kata sumbangmu
memutus rantai kecamuknya hati yang rumit dan tak terjerat

Satu dua kata telah kulantunkan dalam kalbu indahmu
namun tak satu jua pun sapa mutiara mu yang terlontar dari langkahmu
tuk menyambut sang Dewi malam yang turun dari peraduannya
bertemu dengan sang Bintang yang menanti dalam kerinduan

Kepasrahan telah menerpaku dalam kesungguhan batinku
yang hilang ditelan kabut sutera singgasanamu
melontar di atas permadani indah kehangatanmu
yang lama terlupakan dalam dekap erat mesraku

Mengapa harus terjadi perpisahan asa
aku begini...kau begitu...
apakah tidak ada keterpaduan hati kita
dalam melangkah menyatu untuk kebahagian bersama
yang pernah kita impikan bersama di esok hari...

Biarlah impian ku kandas karena batas yang membentang
juga karena ego yang terpisahkan sejenak luluh
tuk melanglang mimpi merayap pergi menjauh
dan tak kan kembali lagi meski nampak lambaian tangan indahku

kurasa...
kau memang tak ingin kembali padaku lagi...
meski burung Pok Seh dan burung Merak menari untuk kita
namun ... kau tetap melangkah pergi dan menghilang ...
terdiam....hening ...terasa sendu...
hatiku terluka...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar