Senin, 21 Desember 2009

Puisi: Separuh jiwaku telah hilang

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Mengapa aku mesti menghindar dari pandangan lembutmu
padahal sang kupu-kupu telah mengajakku kemari
memandang dan berkhayal tentang dirimu
ditemani oleh sang rumput yang menghijau indah

Kau begitu rupawan dan mempesonaku
dengan wajah yang cantik serta mata yang berbinar lembut
disunting oleh lensa kacamatamu yang indah
terbalut setangkai Jilbab elok di mahkota emasmu
kau nampak lebih anggun dan tercantik diantara bunga yang bermekaran di taman

Senyum dan tawa candamu membuatku tergetar seru
hangat membara mengobarkan rasa inginku disampingmu
menemani dan bercerita tentang keindahan yang ada didirimu
membuatku selalu merasa betah dan kangen kepadamu

Entahlah aku tak tahu...
mengapa hati ini selalu merindu padamu
sedangkan dirimu sendiri nampaknya memaling dariku
meski aku sering memberi senyum indah padamu

Separuh jiwaku telah hilang tertelan kabut embun pagi
yang menetes jatuh di pelupuk relung hatimu
sinar Mentari pagi telah membias menghilang lenyap
melepas pergi angan dan khayalku dalam genggamanmu
luluh dan tersemai tak bersendi

Kau tak peduli pada Awan yang berkibar di hatimu
kau tak lagi peduli pada hati yang merindukan langit yang membiru
hati yang selalu memanggil namamu dalam bayang sendu
yang menanti kau hadir dalam mimpi-mimpi indahku

Separuh hatiku telah kau bawa pergi ke Telaga sunyi
dan tak kan mungkin Merpati kan terbang kembali
pupus sudah rasa asaku padamu seorang
karena sekuntum bunga melati telah layu luluh
terbawa angin nan merindu....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar