Sabtu, 05 Desember 2009

Puisi: Satu-satu

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Satu-satu dan dua-dua
kau hitung hari-hari indahmu bersamaku
tinggal satu dua detik lagi kita bersama
mereguk nikmatnya terpaan nada sendumu yang terbias

Tinggallah asa yang terhempas kabur
menatap cermin dalam kedukaan yang tersamar
memecah sunyi dalam keharibaan yang tercenung
memandang atap tanpa ilalang di bahumu yang tegar

sudah berlalu kita melangkah
tak ada lagi jejak yang kan di tempuh
tak ada lagi senyum indah dibibirmu
sirna dalam hempasan kabut yang memudar

Berlalulah angin nan elok mahligai
menjauh pergi dalam sukma yang terampas
melepas mega dalam rona salju yang terserat
memutih diam dalam hembusan nafas yang tersedu

Diamkah dirimu kini
salahkan diriku padamu
tak terjawab dan tak terasah
hanya desir angin dan debur ombak yang menggapai sendu

melaju dalam keheningan roda pedati yang terserak
memutar dan terseok rongga dada yang terhempas pilu
memecah sukma kalbuku yang terdampar dalam impian dini
mengelus nada-nada redup dalam rangkulan sang dewi malam
pergi dan berlalu..... sepi ...terdiam...sunyi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar