Selasa, 22 Desember 2009

Puisi: Bayang-bayang Fatamorgana

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/


Lambaian Pucuk Pinus terpana menanti sang Mentari pagi
Puncak bukit hijau memanas menjangkau relung dedahanan kering
Menggapai hamparan sawah menguning yang berandai-andai basah
Menerawang Mega na putih berarak sayu gemulai

Gemiricik air di Danau Telaga hening menyeruak lepas terpekur
Meluap dalam keremangan sang Purnama yang berdetak merindu
Menutup kabut embun pagi yang menyelinap pergi perlahan
Membuka nuansa hati indah yang bersendi kerinduan asa

Bayang-bayang Fatamorgana melepas keheningan asmara
bergandeng tangan, menggigil jemari lentik terpadu
menyatu satu dalam genggam erat peluk kehangatan
memeluk anggun senyum tawa yang berurai keindahan nuansa alam

Mungkinkah dikau kini hadir dalam mimpi bayangmu
yang mengajakku menari dalam langkah yang gemulai
memegang, menegang dan melepas terbang angan dan ilusiku
menggapai satu dua asa yang terhalang rindang belukar

Mengayuh lembut nan menawan jemari lentik luruhmu
merangkul dalam bisik sendu nada asmaramu
mengucap kata indah dalam bunga teratai yang mekar
menebar pesona ikan Koi yang berenang melenggang indah...

Mungkinkah bayang fatamorgana menyeruak dalam rona wajah indahmu
tersenyum mempesona dalam tarian gemulai lenganmu yang indah
melangkah ayun satu dua nadi mengikuti irama lirih lembut
merangkai nuansa bulir pohon kapas yang tegar berpantun

Adakah hati indahmu tersentuh bisik lembutku
terasa bergetar nada sukma dalam relung bibirmu nan memerah
menyebut dan memanggil kata indah di hatiku yang mekar mewangi
Aku cinta padamu, mas...

aku terlena...dan tersanjung...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar