Sabtu, 12 Desember 2009

Puisi: Patah Hati

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Terasa kelu rongga di dadaku saat kau katakan itu padaku
kata yang tak kan pernah kuingin mendengarnya lagi
kata yang ingin kujauhi dan tak kan kutengok lagi
yaitu kata, "Maafkan aku, aku tidak mencintai dirimu..."

Aku terpana, aku tergagap...mau dibawa kemana hati ini
hati yang tulus ikhlas mencintaimu tanpa pamrih
hati yang selalu mengikuti bayangmu kemana pun kau melangkah
hati yang selalu memimpikan bayang indahmu di mataku yang terlelap

Aku terpuruk...
saat kudengar kata itu...kau berkata tanpa senyum
hatiku remuk redam tak terperi...
bagai sang Halilintar yang memperdengarkan suara merdunya
memekik dan membuatku luruh tak berdaya

Gemerlap Sang Pelangi yang indah
dan Sinar Mentari yang tersenyum segera berlari menjauh dariku

Putihnya Awan yang berarak menari-nari di mataku
dan tiupan sang Bayu yang semilir sepoi menyentuhku pun segera menghilang dariku

bahkan Burung Elang yang terbang tinggi pun segera menukik turun ke bumi
semuanya tak ingin melihatku bersedih dan berduka lara

Tanah yang kupijak serasa bergoyang saat kau melangkah pergi dariku
terasa sepi, saat kau lambaikan tanganmu tanpa perasaan padaku
hatiku terasa tertusuk oleh kata pahitmu yang sulit kuterima itu
membuatku patah hati karenamu

Aku yang selalu mengagumi dan membanggakanmu
yang memuja dan memimpikanmu siang malam
ternyata hanyalah sepucuk Pinus harapan yang hampa
kau ternyata tidak mencintai diriku setulusnya
tidak sama sekali

kau hanyalah berpura-pura baik padaku
bersandiwara tanpa panggung dan tanpa nada
aku berduka ...
aku menangis...
aku bersedih karenamu...

Namun...
bagaimana pun aku tetap mencintaimu dengan setulus hatiku
meskipun aku tak bisa memilikimu seutuhnya
cinta memang misteri dan amat membingungkanku
aku tak ingin terluka dan tak ingin kecewa lagi

biarlah daku sendiri dalam sepi...hening...dan terdiam...
tanpa sejuta warna Pelangi yang gemerlapan lagi...
dan tanpa suara burung murai yang bernyanyi merdu lagi...
dan tanpa dirimu di sisiku...
aku ikhlas...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar